POJOKSATU.id, JAKARTA— Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii melaporkan perkembangan jumlah korban bencana banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera ke Komisi V DPR.
Hingga dua minggu pencarian atau sejak bencana Selasa (25/11) lalu, jumlah korban meninggal dunia 974 orang. Korban hilang atau belum ditemukan sebanyak 298 orang.
Kemudian jumlah korban yang telah dievakuasi menurut Basarnas yaitu 10.957 orang serta korban selamat sebanyak 9.983 orang.
Syafii menuturkan bahwa korban jiwa akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah mencapai 974 orang.
Baca Juga: RSUD Sibolga Pecat 2 Oknum Pegawai BLUD yang Pungut Biaya Jenazah Korban Longsor Rp 800 Ribu
“Update pukul 08.00 tadi pagi, bahwa jumlah korban yang dinyatakan meninggal tota ada 974 jiwa,” kata Syafii di Kompleks DPR, Jakarta, pada Senin, 8 Desember 2025.
Berpotensi Dihentikan
Kebijakan ini menyusul pencarian yang berlangsung selama 14 hari. Penentuan penghentian operasi mengacu pada evaluasi efektivitas di lapangan.
Sementara, Basarnas masih memprioritaskan evakuasi medis dan proses identifikasi korban bersama Disaster Victim Investigation (DVI) Polri.
Baca Juga: Kemendikdasmen Petakan 1.009 Sekolah Rusak akibat Banjir Sumatra, Sebagian Harus Direlokasi
"Saya sampaikan bahwa operasi SAR akan dihentikan apabila operasi itu sudah dinyatakan tidak efektif lagi untuk dilaksanakan," ujar Kepala Basarnas Mohammad Syafii usai rapat kerja dengan Komisi V DPR di Senayan, Jakarta Senin 8 Desember 2025.
Kondisi korban yang telah berubah secara fisik setelah dua pekan pencarian juga menjadi pertimbangan dalam kelanjutan operasi.
"Tapi untuk Basarnas saat ini terus melaksanakan operasi dengan prioritas yang pertama adalah kita akan memprioritaskan evakuasi medis," katanya.
Di sisi lain, pemerintah tetap menyiapkan pemulihan konektivitas di wilayah terdampak Sumatera menjelang Nataru, termasuk penyambungan jembatan putus dan pembersihan jalan terputus agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.***




