POJOKSATU.ID - Banjir kembali menerjang Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Minggu (7/12/2025) sekitar pukul 00.30 waktu setempat. dilansir dari inilah.com

Informasi mengenai kejadian tersebut dengan cepat beredar di media sosial setelah sejumlah warga mengunggah kondisi terbaru, memperlihatkan air sudah memasuki permukiman dan membuat masyarakat panik.

Wilayah ini sebelumnya juga mengalami banjir besar, sehingga kemunculan banjir susulan menambah kecemasan warga.

Baca Juga: Deadline 8 Desember! Semua Guru dan Kepala Sekolah Diminta Siapkan Dokumen Lomba Digitalisasi

Dari laporan warga di berbagai platform digital, banjir dipicu hujan deras yang turun terus-menerus selama lebih dari enam jam.

Intensitas hujan yang tinggi membuat debit air sungai meningkat drastis dan akhirnya meluap ke kawasan pemukiman.

Arus air yang datang tiba-tiba membuat banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga mereka.

Baca Juga: Bantah Kabar 10 Mahasiswa KKN USK Terjebak di Bener Meriah, LPPM Universitas Syiah Kuala: Tidak Ada Penugasan ke Samarkilang

Diperkirakan ribuan warga masih terjebak di rumah masing-masing ketika air naik mendadak pada tengah malam.

Beberapa rekaman yang dibagikan memperlihatkan genangan air mencapai setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa di sejumlah titik.

Warga yang tinggal di kawasan terparah menyebut situasi semakin mengkhawatirkan karena banjir datang pada saat mereka sedang beristirahat.

Selain merendam permukiman padat penduduk, banjir juga memutus akses jalan utama antardesa di Kecamatan Meurah Dua.

Baca Juga: Bansos Hanya untuk Pangan Rumah Tangga, Pinjol Cicilan Bawa Risiko Diblokir

Banyak warga terpaksa meminta pertolongan melalui pesan berantai dan unggahan media sosial karena belum ada proses evakuasi cepat pada saat air naik.

Minimnya pencahayaan malam hari serta derasnya arus menjadi tantangan besar bagi warga yang mencoba keluar mencari tempat aman.

Hingga menjelang dini hari, laporan warga menyebutkan bahwa ketinggian air terus bertambah dengan hujan yang belum reda sepenuhnya.

Baca Juga: Uang Bansos Dipakai Cicilan atau Pinjol? Bisa Dicabut, Kemensos Tegaskan Aturan 2025

Di beberapa titik, warga terlihat berusaha menyelamatkan diri dengan perahu kayu atau bertahan di atap rumah sambil menunggu bantuan datang.

Meski belum ada laporan resmi terkait korban, kondisi banjir yang muncul secara mendadak membuat banyak keluarga memilih bertahan di tempat tinggi untuk mengantisipasi kemungkinan naiknya air.

Banjir yang datang berulang kali dalam beberapa pekan terakhir membuat warga Meurah Dua semakin cemas.

Baca Juga: Prabowo Akan Beli 200 Helikopter Mulai Januari, Demi Kesiapsiagaan Bencana atau Demi Menghindari Kritik?

Mereka berharap pemerintah daerah beserta tim penyelamat segera turun ke lokasi untuk mengevakuasi warga yang terjebak, terutama di wilayah dengan laporan visual paling parah.

Kondisi jalanan yang tergenang air serta arus yang deras menjadi tantangan besar bagi mobilisasi awal.

Sementara itu, warga terus memperbarui informasi melalui media sosial untuk memperingatkan tetangga dan mengoordinasikan bantuan.

Baca Juga: Latar Pendidikan Menhut Raja Juli Disorot, Bukan Ahli Kehutanan, Tapi Lulusan Ilmu Tafsir, Kok Bisa Sih?

Upaya warga dalam menyebarkan informasi tersebut menjadi penting mengingat sejumlah desa dilaporkan masih terisolasi.

Hingga artikel ini disusun, warga berharap upaya evakuasi dan distribusi bantuan dapat segera dilakukan sebelum ketinggian air kembali meningkat.***