POJOKSATU.ID - Kebakaran hebat melanda Kampung Waru Wora, Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, pada Jumat sore, 5 Desember 2025.
Peristiwa tersebut menghanguskan 28 rumah adat dan menyebabkan puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal dalam hitungan jam. dilansir dari tiktok @radarsumedang
Api yang cepat membesar membuat warga tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka.
Baca Juga: Anti Gagal! Ini Cara Paling Aman Mengisi SSCASN agar Lolos Seleksi Admin CPNS 2026!
Total 161 jiwa dari 42 Kepala Keluarga (KK) kini terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga yang tidak terdampak.
Kebakaran ini tidak hanya memusnahkan rumah adat yang menjadi simbol budaya setempat.
Tetapi juga menghilangkan ruang hidup bagi masyarakat adat yang bergantung pada struktur rumah tradisional tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: CATAT! 7 Jurusan Saintek yang Paling Dicari di CPNS 2026, Fresh Graduate Wajib Tahu!
Kebakaran bermula dari bagian belakang rumah seorang warga bernama Marcel Yeru. Beberapa warga yang saat itu datang untuk mengambil kayu melihat kepulan asap tebal.
Mereka berusaha memadamkan api secara manual dengan alat seadanya.
Namun, struktur rumah adat yang sebagian besar menggunakan atap jerami dan material kayu membuat api dengan cepat menjalar ke bangunan lainnya.
Baca Juga: Desa Hilang, Anak Ini Menangis, 2 Pekan Ayah dan Kakaknya Tertimbun Longsor di Desa Aloban Bair
Kondisi diperparah oleh tiupan angin kencang yang memicu rambatan api semakin tidak terkendali.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI-Polri, dan relawan setempat segera turun tangan.
Proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena api merembet ke hampir seluruh deretan rumah adat yang berada dalam jarak berdekatan.
Baca Juga: LOWONGAN KERJA Tenaga Ahli Bappeda Jakarta 2026 hingga 10 Desember, Cek Formasi dan Syaratnya
Setelah upaya keras selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.45 WITA.
Meski kerugian material dipastikan sangat besar, pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Warga yang berhasil keluar dari rumah masing-masing segera dievakuasi oleh aparat dan masyarakat sekitar ke lokasi yang lebih aman.
Sebagai langkah awal penanganan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Barat langsung menyalurkan bantuan kebutuhan dasar untuk warga terdampak.
Bantuan tersebut meliputi makanan, air minum, perlengkapan harian, dan kebutuhan pokok lainnya.
Kondisi kesehatan warga juga menjadi prioritas. Rumah Sakit Pratama Hobakala mengirim tim medis untuk memastikan para pengungsi mendapat pertolongan pertama.
Terutama mereka yang mengalami kelelahan, sesak napas akibat asap, atau luka ringan.
Baca Juga: Presiden Tiba di Aceh Kedua Kalinya Usai 2 Pekan Bencana Banjir Sumatera, Disambut Pelukan Mualem
Masyarakat adat kini menghadapi tantangan berat untuk memulai kembali kehidupan setelah kehilangan rumah adat yang selama ini menjadi bagian dari identitas budaya mereka.
Pemerintah daerah diharapkan segera menyusun langkah lanjutan untuk penanganan pascakebakaran, termasuk pemulihan hunian dan fasilitas penunjang bagi warga yang terdampak.***



