POJOKSATU.id, ACEH— Untuk kedua kalinya Presiden Prabowo Subianto tiba di Aceh sekaitan bencana banjir bandang dan longsor yang menimpa tiga provinsi di utara Sumatera.
Kedatangan Presiden disambut pelukan hangat Gubernur Aceh Muzakkir Manaf atau Mualem di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Minggu (7/12).
Kedatangan Presiden membawa sejumlah rombongan untuk mempercepat penanganan bencana di Aceh.
Rencananya Presiden Prabowo akan langsung melakukan kunjungan ke Kabupaten Bireuen.
Prabowo juga dijadwalkan mengunjungi pengungsi dan infrastruktur yang rusak di Kabupaten Bireuen.
Baca Juga: Bayi 2 Bulan Hidup-Hidup Terkubur Lumpur, Negara ke Mana Saat Banjir Menerjang?
Terlihat Presiden langsung menaiki helikopter dari lapangan atau Bandara Sultan Iskandar Muda.
Diketahui, akses darat ke beberapa kabupaten kota di Aceh masih terputus hingga dua pekan bencana, termasuk di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues.
Untuk Kabupaten Aceh Tamiang, 80 persen wilayah ini terendam air dan beberapa desa di Aceh Tamiang juga hilang dibawa oleh banjir.
Baca Juga: Zulhas Mencuci Tangan Soal Banjir Sumatra! Semua Dibantah, Publik Makin Geram
Korban Bencana Capai 916 Orang
BNPB memperbarui data korban akibat banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh pada Minggu (7/12/2025) per pukul 10.00 WIB.
Tercatat 916 orang meninggal dunia dan 274 orang masih hilang.
"Update data per 7 Desember 2025: Meninggal 916 jiwa, hilang 274 jiwa, terluka 4,2 ribu jiwa," tulis BNPB, Minggu (7/12/2025).
Sehari sebelumnya atau Sabtu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan korban meninggal 914 orang.
Di Aceh, tercatat 359 orang meninggal dunia, meningkat 14 orang dari data sebelumnya yang mencatat 345 korban tewas.
“Kemudian Sumatera Utara 329 jiwa dan Sumatera Barat 226 jiwa," jelas Muhari dalam konferensi pers, Sabtu (6/12/2025).***




