POJOKSATU.id - Situasi di Aceh Tamiang kembali menjadi sorotan setelah kedatangan langsung Irwandi Ferry pada 5/12/2025.
Kreator sekaligus relawan yang dalam 24 jam berhasil menggalang dana hingga Rp10,3 miliar untuk korban banjir.
Usai menghimpun bantuan dalam waktu yang sangat singkat, Ferry akhirnya menjejakkan kaki di sejumlah titik terisolasi yang hingga kini belum terjangkau bantuan resmi.
Baca Juga: Subsidi Bocor ke Kaum Tajir? Purbaya Beberkan Fakta Masih Ada Orang Kaya Dapat Bantuan Pemerintah
Momen kedatangannya ini langsung memantik perhatian publik karena laporan yang ia sampaikan menggambarkan kondisi jauh lebih buruk dari apa yang sebelumnya dilaporkan.
Ketika turun langsung, Ferry mendapati kenyataan memilukan. Warga yang ia temui telah bertahan berhari-hari tanpa makanan layak dan tanpa akses air bersih.
Bahkan, beberapa warga mengaku terpaksa meminum air banjir yang dicampur bubuk teh hanya agar tidak menimbulkan bau.
Baca Juga: Acer Smart School Awards 2025 Gaet 4.806 Guru dan Dosen, Ini Daftar Pemenangnya
Kondisi itu memperlihatkan betapa terdesaknya situasi, apalagi mengingat bahwa sebagian besar wilayah itu sudah benar-benar terputus dari akses logistik.
Relawan-relawan yang bekerja hari itu pun sebagian adalah korban banjir itu sendiri. Mereka membantu sebisanya, saling menopang di tengah minimnya peralatan serta persediaan.
Dalam laporan Ferry, ia menegaskan bahwa hingga ia tiba, bantuan tingkat kabupaten maupun nasional belum menyentuh lokasi-lokasi terdampak paling parah.
Hal inilah yang membuat banyak pihak mempertanyakan ke mana distribusi bantuan seharusnya mengalir.
Kisah Ferry dari lapangan ini langsung memantik pembahasan baru di tengah publik.
terutama setelah ia menyinggung pernyataan Kepala BNPB yang sebelumnya mengatakan bahwa kondisi mencekam hanya terjadi “di media sosial”.
Baca Juga: Subsidi Bocor ke Kaum Tajir? Purbaya Beberkan Fakta Masih Ada Orang Kaya Dapat Bantuan Pemerintah
Ferry membantah keras narasi tersebut setelah melihat langsung situasi di pelosok. Dalam laporannya,
ia mengatakan, “Yang kemarin bilang tidak mencekam, anda jangan ke pinggir kota,” sebuah pernyataan yang kini beredar luas di berbagai platform sosial.
Seorang warga yang ditemui Ferry pun menambahkan bahwa hampir seluruh bantuan yang mereka terima sejauh ini berasal dari sesama korban banjir.
Baca Juga: Acer Smart School Awards 2025 Gaet 4.806 Guru dan Dosen, Ini Daftar Pemenangnya
Mereka saling menolong dengan segala keterbatasan. Ini semakin menegaskan bahwa situasi di lapangan jauh dari kata membaik seperti narasi yang sebelumnya tersebar.
Warga terus berharap agar informasi ini menyebar luas sehingga perhatian terhadap Aceh Tamiang tidak redup begitu saja.
Ferry juga menyebut masih ada banyak desa yang terisolasi dengan akses mendekati mustahil, mulai dari jalan yang tertutup lumpur hingga arus air yang masih kuat.
Kondisi lapangan ini membuat distribusi bantuan membutuhkan transportasi khusus dan tenaga ekstra
Sementara sebagian besar relawan di lapangan berjuang menggunakan peralatan seadanya.
Seruan pun terus disampaikan agar masyarakat luas tidak terpaku pada informasi bahwa keadaan mulai pulih.
Banyak warga yang masih menunggu bantuan pertama mereka sejak banjir menghantam. Mereka membutuhkan makanan
Obat-obatan, air bersih, hingga dukungan logistik untuk keluar dari wilayah terdampak.
Dengan makin banyaknya video dan dokumentasi lapangan yang dibagikan Ferry.
Baca Juga: Subsidi Bocor ke Kaum Tajir? Purbaya Beberkan Fakta Masih Ada Orang Kaya Dapat Bantuan Pemerintah
Publik kini bisa melihat gambaran lebih utuh tentang betapa beratnya kondisi yang dialami ribuan warga Aceh Tamiang.
Harapannya, semakin luas berita ini tersebar, semakin cepat pula bantuan yang benar-benar dibutuhkan dapat menjangkau mereka.***



.webp)
