POJOKSATU.id - Suasana antusias terasa di ajang Acer Smart School Awards atau ASSA pada Tahun 2025 ini.
Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, program apresiasi pendidikan ini berhasil menghimpun 4.806 guru dan dosen dari ribuan sekolah, madrasah, hingga perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Angka tersebut menyiratkan makin tingginya minat para pendidik untuk bertransformasi menuju pembelajaran digital yang lebih adaptif.
President Director Acer Indonesia Leny Ng mengatakan bahwa sejumlah kategori penghargaan telah mendapatkan para pemenangnya.
Untuk kategori School of the Year Award, penghargaan diberikan kepada SD Muhammadiyah Manyar Gresik (Jawa Timur), SMP BPI 1 Bandung (Jawa Barat), SMA Al Azhar Plus Medan (Sumatra Barat), SMKN 20 Samarinda (Kalimantan Timur), dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (Jawa Timur).
Dalam kategori Dosen/Guru Kreatif Award 2025, Acer memberikan apresiasi kepada Milkhatul Hasanah (MIN 2 Sinjai, Sulawesi Selatan), Efik Firmansah (SMPN 2 Cianjur, Jawa Barat), Natalia (SMA Ignatius Global Palembang, Sumatra Selatan), Gufron Firmansyah (SMKN 2 Mantangai, Kalimantan Tengah), dan Mohtar Yunianto (Universitas Sebelas Maret, Jawa Tengah).
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya atas inovasi yang ditunjukkan para institusi dan tenaga pendidik dalam Acer Smart School Awards 2025,” ujar Leny.
Baca Juga: Tekiro Mechanic Competition 2026 Resmi Diluncurkan, Target Libatkan 100 Ribu Siswa SMK Otomotif
Ia menegaskan bahwa dengan rangkaian program tersebut, ASSA mempertegas peranannya sebagai wadah bagi satuan pendidikan untuk bergerak menuju transformasi digital yang berkelanjutan.
Tidak hanya memberikan penghargaan, ASSA 2025 juga menghadirkan pembekalan komprehensif lewat mentor berpengalaman dan workshop daring melalui Acer Smart School Academy.
Kegiatan ini dirancang agar peserta dapat mengoptimalkan perangkat digital, mengelola kelas berbasis teknologi, serta mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif.
Baca Juga: Heboh! Tanya Izin Tambang yang Masih Misteri, Tapi Malah Aktivis Kendeng yang Dipolisikan
Untuk menjaga kredibilitas penjurian, ASSA 2025 turut melibatkan juri ahli dari berbagai latar belakang seperti akademisi, praktisi pendidikan, pengawas sekolah, dan perwakilan lembaga pemerintahan. “
Inovasi tersebut menjadi bukti komitmen untuk menghadirkan ekosistem pembelajaran yang adaptif dan kompetitif,” tambah Leny.
Dari sisi pemerintah, Staf Khusus Wakil Presiden Achmad Adhitya mengatakan bahwa ASSA 2025 menjadi ruang kolaborasi yang amat penting.
Menurutnya, inisiatif Acer dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, industri, dan para pendidik.
“Kami berharap program ini terus memperkuat ekosistem pendidikan nasional yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Achmad. ***




