POJOKSATU.ID - Polemik penyaluran bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Mencuat setelah penggalang donasi, Dian Permata Sari, mengaku mendapat telepon dari seseorang yang mengatasnamakan Dinas Sosial (Dinsos) Langkat.
Melalui akun Instagram pribadinya @diianpermataa, Dian menyampaikan kekecewaan mendalam atas dugaan adanya upaya dari oknum tertentu untuk mengarahkan agar seluruh bantuan donasi diserahkan ke kantor Dinsos.
Baca Juga: IBI Kesatuan dan UMKM Vermel Blanc Jalin Kolaborasi PkM untuk Perkuat Digitalisasi dan Bisnis 2025
Dian sebelumnya membuka donasi publik untuk membantu warga terdampak banjir Langkat.
Dalam tiga hari, dana yang terkumpul mencapai ratusan juta rupiah. Bersama timnya, ia langsung menyalurkan kebutuhan pokok dan bantuan darurat ke berbagai titik yang belum tersentuh bantuan resmi.
Namun, dalam unggahan story Instagram-nya, Dian bercerita bahwa timnya menerima telepon dari seseorang yang mengklaim berasal dari Dinsos Langkat.
Orang tersebut meminta seluruh bantuan yang dikumpulkan Dian diserahkan ke kantor dinas agar pihak Dinsos yang membagikannya ke warga.
Baca Juga: Stipendium Hungaricum 2026 Dibuka! Peluang Beasiswa Penuh untuk WNI dari S1 sampai S3
Menurut Dian, permintaan itu menimbulkan dugaan bahwa bantuan yang ia dan publik kumpulkan berpotensi diklaim sebagai penyaluran resmi dinas.
Hal ini membuatnya merasa kecewa dan marah, terlebih karena menurutnya banyak warga sekitar yang tidak pernah menerima bantuan dari dinas terkait.
“Aku cantumkan nomor tim untuk mendata daerah yang belum terjangkau. Tiba-tiba ada orang dari Dinsos Langkat telepon. Mereka bilang, ‘Mbak, seluruh bantuannya drop ke kantor kami saja, nanti kami yang bagikan.’ Padahal ya Allah, warga sini saja belum pernah dibantu,” kata Dian dalam unggahan tersebut dengan nada emosional.
Unggahannya sontak menjadi perhatian warganet, terutama warga Langkat, yang merasa geram jika benar bantuan masyarakat hendak diklaim oleh oknum tertentu. Banyak komentar dukungan mengalir, memuji transparansi Dian serta kerja lapangan yang telah ia lakukan bersama timnya.
Di sisi lain, pihak Dinas Sosial Langkat segera merespons pernyataan tersebut.
Kepala Dinsos Langkat, Taufik Rieza, membantah keras tudingan bahwa pihaknya meminta bantuan donasi Dian diserahkan ke kantor dinas.
Ia memastikan tidak pernah ada instruksi seperti itu dari Dinsos.
Taufik menambahkan bahwa pihaknya telah mencoba menghubungi Dian untuk meminta klarifikasi mengenai siapa yang menelepon dan mengaku sebagai perwakilan Dinsos.
Namun hingga kini, pihaknya belum mendapatkan jawaban dari Dian terkait identitas orang yang dimaksud.
“Kami tidak pernah mengarahkan agar bantuan diserahkan ke kantor. Staf kami sudah menghubungi pihak Bu Dian untuk menanyakan siapa orang yang mengaku dari Dinsos tersebut, tapi belum dijawab,” ujarnya.
Baca Juga: Gaji PNS Lombok Tengah Ditunda! Ribuan ASN Panik, Ini Penyebab Aslinya
Hingga kini polemik tersebut masih menjadi perhatian publik.
Banyak yang berharap klarifikasi lengkap segera terungkap agar penyaluran bantuan tetap transparan dan tak menimbulkan kecurigaan di tengah kondisi darurat bencana.***




