POJOKSATU.ID - Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Tidak hanya menimbulkan kerugian pada sektor pemukiman dan infrastruktur, tetapi juga memukul keras sektor kebudayaan.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengungkapkan terdapat 43 cagar budaya yang ikut terdampak langsung oleh bencana tersebut.
Data ini dihimpun dari laporan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I, II, dan III hingga 4 Desember 2025.
“Dari Aceh terdapat 34 cagar budaya, Sumatera Utara 7, dan Sumatera Barat 2 cagar budaya yang terdampak,” ujar Fadli, dikutip dari Kompas, Kamis 4 Desember 2025.
Menurutnya, sejumlah situs bersejarah mengalami kerusakan mulai dari terendam banjir, tertimbun lumpur, hingga terancam abrasi.
Beberapa objek yang terdampak antara lain Rumah Tjong A Fie di Medan, Situs Bukit Kerang, Masjid Tengku Di Kila, Rumah Rasuna Said, Kompleks Benteng Indrapatra.
Serta Jalur Kereta Api Sawahlunto-Teluk Bayur yang banyak segmennya mengalami kerusakan akibat longsor dan banjir.
Baca Juga: Dirjenpas Tinjau Banjir di Sumut, Lapas Masih Tergenang, Mohon Doanya
Di Aceh, kerusakan paling parah terjadi pada kawasan Pidie, Aceh Tengah, Aceh Utara, dan Aceh Besar.
Masjid Tuha Bugeng, Masjid Madinah Meureudu, Rumah Adat Toweren, hingga kompleks makam para raja Aceh terendam lumpur dan air bah.
Beberapa situs bahkan dalam kondisi kritis dan membutuhkan penanganan segera agar tidak mengalami kerusakan permanen.
Fadli menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam upaya perlindungan dan pemulihan warisan budaya.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung upaya perlindungan warisan budaya serta membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak,” katanya.
Selain memastikan keamanan fisik cagar budaya, Kementerian Kebudayaan juga memantau kondisi SDM kebudayaan yang turut terdampak.
Tercatat sebanyak 72 SDM kebudayaan dari berbagai wilayah terdampak bencana, dengan 26 di antaranya merupakan pegawai yang bertugas menjaga dan mengelola situs budaya.
Data lengkap BPK menunjukkan terdapat 355 cagar budaya yang berada dalam kategori wilayah terdampak (risk exposure).
Baca Juga: Srikandi Kota Serang, Arfina Rustandi, Sabet Penghargaan Perempuan Inspiratif 2025
Dari total tersebut, 43 mengalami kerusakan, sementara 311 masih dinyatakan aman.
Pemerintah menyadari bahwa angka ini berpotensi bertambah jika curah hujan ekstrem berlanjut beberapa waktu ke depan.
Fadli memastikan bahwa Kemenbud terus melakukan koordinasi dengan BPK dan berbagai pihak terkait.
“Kami sangat terbuka dan terus melakukan komunikasi untuk intervensi kebijakan sesuai tugas dan fungsi Kementerian Kebudayaan,” ujarnya.
Baca Juga: Polda Banten Sikat 8 Mafia Tambang Ilegal di Lebak, Serang dan Tangerang
Upaya mitigasi dan penyelamatan artefak museum hingga situs terbuka kini menjadi prioritas utama.
Kerusakan cagar budaya akibat bencana ini menjadi pengingat bahwa perlindungan warisan sejarah membutuhkan kesiapsiagaan ekstra, terutama di wilayah yang rawan bencana.
Pemerintah menegaskan bahwa percepatan pemulihan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik.
Tetapi juga pada pelestarian nilai budaya yang terkandung di dalam setiap situs tersebut.
Dengan ancaman cuaca ekstrem yang belum mereda, Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kolaborasi.
Untuk menyelamatkan warisan budaya yang menjadi identitas kebangsaan.**




