POJOKSATU.id, TAPTENG—Di tengah suasana duka dan bencana yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), masih ada oknum-oknum tertentu yang melakukan pungli kepada keluarga korban.
Sebuah video memperlihatkan sebuah mobil Pajero putih dihalangi oleh sekelompok warga saat melintas ke Sihorbo, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Mobil ini diminta uang Rp 30 ribu agar bisa melintas ke Tapteng. Kalau tidak bayar, tidak dibolehkan melintas.
Beberapa anggota keluarga di dalam mobil bahkan sampai menangis melihat kejadian ini.
Belum jelas lokasi kejadian, namun mobil ini hendak melintas menuju wilayah Sihorbo, Barus, Tapteng.
Video ini diunggah oleh akun Instagram@sumutnusantara, Kamis (4/12/2025).
“Mobil kami ditutup kembali dengan sampah dan kayu sebelum bayar Rp30 ribu. Tak boleh lewat menuju Sihorbo Barus Tapteng di saat Tapteng berduka,” jelas keterangan video ini.
Terdengar ibu-ibu yang ada dalam video bahkan sampai berteriak kalau warga ini sudah keterlaluan.
“Keterlaluan kalian. Mati ibu kami. Masih disemayamkan di Sitahuis. Biar kalian tahu. Keterlaluan kalian. Orang Barus ini juga kami,” teriak ibu di dalam mobil tersebut dalam bahasa Batak.
Terlihat mobil ini dihalangi dengan kayu dan sampah-sampah dari bekas banjir yang dipungut warga.
Baca Juga: Desa Rata dengan Tanah! Bantuan Tersendat, Gibran Diteriaki Pengungsi Garoga
Akun @sumutnusantara memberikan keterangan video dalam unggahannya ini.
“Di tengah kondisi Kabupaten Tapanuli Tengah yang masih berduka akibat banjir dan longsor, sebuah laporan dari media sosial memicu perhatian publik,” ujarnya.
Menurut unggahan akun Julfikar Situmeang, sebuah mobil yang hendak melintas menuju wilayah Sihorbo, Barus, Tapteng, diduga ditutup kembali menggunakan sampah dan kayu oleh oknum tertentu sebelum pengendara membayar Rp 30 ribu.
“Dalam unggahan tersebut terlihat keluhan bahwa kendaraan tidak diperbolehkan lewat jika tidak memberikan sejumlah uang,” kata akun @sumutnusantara.
Kondisi ini sangat disayangkan di tengah bencana yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah saat ini dan umumnya di Sumatera Utara.***




