POJOKSATU.id, AGAM— Kejadian mukjizat terjadi di Palembayan, Agam, Sumbar, bayi mungil berusia 3 bulan yang terseret banjir bandang atau galodo ditemukan dalam kondisi selamat.

Bayi mungil bernama Fathan ini terseret banjir bandang sejauh 3 km dari rumahnya di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.

Saat ditemukan, tubuhnya dipenuhi lumpur dan tersangkut di sebuah pohon. Bayi mungil ini seperti dilindungi Allah saat terseret banjir bandang.

Bayi bernama Fathan ditemukan regu penolong pada Jumat (28/11/2025) pagi setelah Kamis sore terseret banjir bandang.

Baca Juga: Video Ini Bikin Netizen Nangis, Seorang Anak Jerit Panggil Ayah Setelah 4 Hari Terpisah dari Banjir Aceh

Ayah, ibu, kakak, neneknya meninggal dunia dalam tragedi bencana alam yang terjadi Kamis (27/11/2025) menjelang Magrib di desanya.

Ayahnya lebih dahulu ditemukan oleh masyarakat dalam keadaan luka-luka pada Kamis (27/11/2025) malam. Dan besok harinya meninggal di rumah sakit.

Sedangkan Fathan ditemukan oleh warga dalam keadaan menangis, tertidur, terlungkup di atas jerami padi pada Jumat pagi.

Tubuh mungilnya terseret sejauh 3 km dari rumahnya. Saat Fathan ditemukan, tubuhnya dipenuhi lumpur dan juga luka-luka.

Baca Juga: Update Bencana Sumatera, Korban Tembus 753 Jiwa, 650 Hilang, Puluhan Ribu Mengungsi, Kerusakan Meluas

Fathan dibawa sang penemu ke rumahnya. Kemudian dibawa ke posko pengusian malam itu untuk mendapatkan perawatan.

Wali Nagari (Kepala Desa) Salareh Aia Timur, Ahmad Fauzi, menyebutkan peristiwa di daerahnya terjadi Kamis (27/11/2025) petang menjelang Maghrib.

“Ada satu keluarga yang menjadi korban, ada kakek, nenek, orang tua, om, kakaknya dan anak 3 bulan itu,” kata Ahmad Fauzi kepada wartawan, Selasa (2/12/2025).

Ia mengungkap satu keluarga ini tinggal di rumah yang berdekatan dengan sungai.

“Jadi anak 3 bulan ini ditemukan keesokannya jam 10 pagi oleh warga. Ditemukan tersangkut di pohon pakaiannya. Dan di sekitar pohon itu ada batu yang menghalangi air sehingga anak itu selamat,” ujarnya.

“Semua anggota keluarganya meninggal, ayahnya sempat diselamatkan tapi meninggal juga besoknya,” kata Ahmad Fauzi lagi.***