POJOKSATU.id– Sebuah momen haru mengguncang perhatian publik setelah beredar video seorang ayah.
Yang berjalan kaki selama empat hari empat malam menembus hutan demi mencari keluarganya yang menjadi korban banjir.
Dengan fisik yang hampir habis dan tubuh dipenuhi lumpur, ia akhirnya bertemu rombongan relawan di tengah hutan dan ikut naik ke kendaraan mereka menuju lokasi pengungsian.
Perjalanan panjang itu bukan hal mudah. Jalan licin, hutan basah, serta kondisi tanpa penerangan membuat langkahnya tertatih.
Namun tekadnya untuk menemukan keluarga membuat ia terus maju tanpa memikirkan rasa lelah, lapar, maupun dingin malam.
Saat tiba di pengungsian, suasana yang terekam di video menunjukkan betapa berat kondisi para korban.
Baca Juga: CPNS 2026 Semakin Ketat! Ini Soal Wajib yang Harus Dikuasai Biar Tak Gagal di SKD
Banyak warga terlihat tertidur karena kelelahan, beristirahat hanya dengan tenda seadanya dan beralas karpet plastik tipis.
Sebagian tidak memiliki selimut, membuat mereka kedinginan di tengah malam.
Pemandangan tersebut langsung memancing rasa iba dari warganet yang menonton.
Baca Juga: Hadapi Nataru 2025/2026, KAI Daop 2 Bandung Perkuat Layanan
Namun momen paling menyayat hati terjadi ketika sang ayah akhirnya bertemu anaknya.
Sang anak yang sebelumnya tampak kebingungan tiba-tiba terdiam ketika melihat sosok ayahnya datang bersama relawan.
Dalam hitungan detik, anak itu berlari sambil menangis kencang memanggil ayahnya. Suaranya pecah, penuh rasa takut yang selama ini ia tahan.
Sang ayah langsung memeluk putranya erat-erat. Tangis keduanya menyatu, membuat suasana pengungsian seketika hening.
Baca Juga: Hadapi Nataru 2025/2026, KAI Daop 2 Bandung Perkuat Layanan
Banyak korban lain yang melihat kejadian itu tampak menunduk, tak mampu menahan haru.
Beberapa relawan juga terlihat menyeka mata saat menyaksikan detik-detik pertemuan tersebut.
Video itu kemudian viral di media sosial dan menuai ribuan komentar. Banyak netizen mengaku tidak kuat mendengar tangisan sang anak yang begitu pilu.
Ada yang mengatakan bahwa momen tersebut menggambarkan trauma mendalam yang harus dialami anak kecil di tengah situasi bencana.
Ada pula yang menyoroti perjuangan ayah itu sebagai bentuk cinta yang begitu besar kepada keluarganya.
Selain menggambarkan kesedihan, video tersebut juga menjadi pengingat bahwa bencana tidak hanya merusak rumah dan harta benda.
Baca Juga: 49 ASN Kena Sanksi Berat! Gaji Diputus, Status Menunggu Pemecatan Oleh Bupati Biak
Tetapi juga meninggalkan luka emosional yang tidak mudah hilang.
Namun di tengah keterbatasan dan rasa takut, kisah pertemuan ayah dan anak ini menjadi cahaya kecil yang menghangatkan hati banyak orang.
Kisah ini menjadi simbol kekuatan keluarga dalam menghadapi keadaan paling sulit.***




