POJOKSATU.id - Jagat maya heboh setelah sebuah video pendek yang menampilkan Direktur Utama Perumda Tirta Patriot.

Ali Imam Faryadi, tertidur saat Rapat Ekspose bersama DPRD Kota Bekasi viral di media sosial.

Cuplikan berdurasi beberapa detik itu langsung memancing reaksi warganet, mulai dari kritik pedas hingga komentar jenaka yang makin memanaskan suasana.

Baca Juga: Daerah Tanpa TPP Masuk Skema Tambahan TPG 100 Persen THR dan Gaji 13! Cek Apakah Daerah Anda Termasuk

Kejadian tersebut terjadi dalam agenda pembahasan bersama Pansus 8 pada Rabu (19/11).

Dalam video yang beredar, Ali terlihat menunduk dengan mata terpejam seolah tak mampu menahan kantuk. Momen itu pun cepat menyebar dan mencuri perhatian publik.

Setelah ramai diperbincangkan, Ali akhirnya angkat suara. Ia memberikan klarifikasi langsung di gedung DPRD Kota Bekasi pada Senin (1/12).

Baca Juga: Gus Ulil Terpojok! Unggahan Lama Hidup Lagi, Publik Anggap Argumennya Ikut Legitimasi Perusakan Alam

Tanpa menghindar, ia mengakui bahwa dirinya memang tertidur saat rapat berlangsung. Namun, ia menegaskan tidak ada unsur kesengajaan di balik kejadian tersebut.

“Prinsipnya bahwa qadarullah, ya. Enggak disengaja, enggak ada mens rea-nya. Artinya force majeure lah,” ujar Ali, menegaskan bahwa kondisi tersebut berada di luar kontrol dirinya.

Menurut Ali, hari itu dirinya menjalani rangkaian agenda cukup padat yang menguras tenaga.

Baca Juga: Resmi Cair! Guru di Daerah Ini Terima Tambahan TPG 100 Persen dan Gaji 13

Tubuhnya tak mampu lagi menahan kelelahan sehingga ia tak sengaja tertidur beberapa saat di ruang rapat.

“Saya tertidur, bukan tiduran. Dan memang capek waktu itu karena semua aktivitas, segala macam,” jelasnya.

Ali menyadari posisinya sebagai pucuk pimpinan perusahaan daerah membuat setiap gerak-geriknya menjadi sorotan.

Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat yang mungkin merasa terganggu atau kecewa atas kejadian tersebut.

“Pada prinsipnya saya meminta maaf. Tidak ada niat, tapi saya sadar hal ini memicu kegaduhan,” ujarnya.

Baca Juga: Resmi Cair! Guru di Daerah Ini Terima Tambahan TPG 100 Persen dan Gaji 13

Di tengah derasnya komentar publik, sebagian netizen menilai kejadian ini menunjukkan pentingnya manajemen waktu dan kondisi fisik pejabat yang memiliki beban tugas berat.

Namun tidak sedikit juga yang menganggap insiden itu sebagai bentuk kurangnya profesionalisme.

Menanggapi beragam komentar tersebut, Ali menegaskan bahwa kejadian itu tidak memengaruhi substansi rapat maupun proses pembahasan yang berlangsung.

Baca Juga: Daerah Tanpa TPP Masuk Skema Tambahan TPG 100 Persen THR dan Gaji 13! Cek Apakah Daerah Anda Termasuk

Ia tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai setelah kejadian tersebut.

Ali berharap klarifikasi ini dapat meluruskan persepsi dan meredakan kegaduhan di tengah masyarakat.

Ia juga berkomitmen menjaga kondisi tubuhnya agar tetap prima saat menghadiri agenda resmi berikutnya.***