POJOKSATU.id - Kembali sebuah berita Viral yang berasal Tragedi pilu mewarnai proses pencarian korban longsor di Sibolga.

Di tengah upaya evakuasi yang berlangsung dengan penuh kesibukan dan ketegangan, seorang personel Brimob Polda Sumatera Utara justru harus menghadapi kenyataan yang jauh lebih menyayat

ia menemukan ibunya sendiri dalam kondisi tak bernyawa, tertimbun material longsor yang menghantam kawasan tersebut.

Baca Juga: Internet Rakyat Kini Menjangkau Maluku Papua, Ini Daftar Daerah yang Sudah Tercover

Kisah memilukan itu bermula ketika tim Brimob bersama petugas gabungan menelusuri area yang dipenuhi lumpur tebal, batu besar, serta potongan kayu yang berserakan.

Mereka bergerak dari satu titik ke titik lain dengan peralatan seadanya, memastikan setiap jengkal tanah tidak ada korban yang terlewat.

Saat menggali salah satu tumpukan material yang cukup dalam, mereka menemukan tubuh seorang perempuan lansia yang telah tertimbun cukup lama.

Baca Juga: Mulai Bogor Hingga Surabaya, Daerah-daerah di Pulau Jawa yang Sudah Dapat WiFi Murah Internet Rakyat

Proses pengangkatan jenazah dilakukan dengan sangat hati-hati.

Tim bekerja dalam hening, hanya terdengar instruksi singkat dan suara langkah yang berhati-hati di atas tanah yang belum stabil.

Setelah tubuh korban berhasil diangkat dan diletakkan di dekat kantong jenazah, salah satu personel yang sejak awal ikut menggali tiba-tiba terdiam.

Baca Juga: Prediksi PERTANYAAN dan Contoh JAWABAN di TAHAP WAWANCARA PPG Calon Guru 2025, Kuasai 10 KOMPETENSI Ini LENGKAP

Wajahnya pucat, sorot matanya tak berkedip menatap jasad perempuan itu.

Beberapa rekannya sempat mengira ia kelelahan atau terkena tekanan psikologis akibat situasi bencana.

Namun tak lama kemudian, diketahui bahwa alasan ia terpaku adalah karena ia mengenali sosok tersebut.

Perempuan lansia yang baru saja mereka evakuasi ternyata adalah ibu kandungnya sendiri.

Momen itu membuat seluruh tim seketika larut dalam kesedihan.

Rekan-rekannya mencoba menopang tubuhnya yang hampir tak sanggup berdiri, sementara ia berusaha menahan emosi yang datang bertubi-tubi di tengah lokasi bencana.

Pihak Brimob Polda Sumut kemudian menjelaskan bahwa identitas korban baru dipastikan setelah pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Mulai Bogor Hingga Surabaya, Daerah-daerah di Pulau Jawa yang Sudah Dapat WiFi Murah Internet Rakyat

Mereka menyampaikan bahwa anggota yang bersangkutan tetap memilih melanjutkan tugasnya, meskipun hatinya tengah terguncang hebat.

Ia bahkan ikut serta mengangkat tubuh ibunya menuju ambulans, memastikan proses pemindahan berjalan dengan penuh hormat.

Dalam penjelasannya, pihak Brimob menggambarkan bahwa para personel tetap menjalankan tugas.

Dengan keteguhan meski berada dalam situasi yang sangat berat secara emosional.

Baca Juga: Prediksi PERTANYAAN dan Contoh JAWABAN di TAHAP WAWANCARA PPG Calon Guru 2025, Kuasai 10 KOMPETENSI Ini LENGKAP

Mereka menegaskan bahwa tugas pengabdian tidak hanya berkaitan dengan keberanian menghadapi bahaya, tetapi juga ketulusan dan keikhlasan ketika dihadapkan pada kehilangan paling pribadi.

Peristiwa tersebut membuat seluruh tim yang berada di lapangan terpukul.

Di tengah upaya menyelamatkan warga dan mengevakuasi korban longsor.

Baca Juga: Mulai Bogor Hingga Surabaya, Daerah-daerah di Pulau Jawa yang Sudah Dapat WiFi Murah Internet Rakyat

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa para personel bukan sekadar petugas yang bekerja tanpa perasaan.

Mereka adalah manusia yang juga bisa tersentuh oleh duka mendalam, terlebih ketika bencana merenggut seseorang yang begitu dekat di hati mereka.

Kisah ini pun menyebar luas dan menyentuh banyak orang. Publik merasakan duka yang sama

Membayangkan beratnya situasi ketika seorang anggota harus menemukan ibunya sendiri di tengah misi kemanusiaan.

Baca Juga: Misi Penyelamatan Berubah Duka, Brimob Evakuasi Jenazah, Ternyata Ibunya Sendiri

Sebuah tragedi yang tak pernah dibayangkan, namun menjadi bukti bahwa di lapangan bencana, batas antara tugas dan rasa kehilangan begitu tipis dan menyakitkan.***