POJOKSATU.ID - Suasana evakuasi korban longsor di Sibolga yang sejak awal sudah penuh duka mendadak berubah semakin memilukan.
Personel Brimob Polda Sumut yang tengah menjalankan tugas pencarian korban terjebak material longsor tiba-tiba harus menghadapi kenyataan pahit jenazah yang baru saja mereka temukan ternyata adalah ibu kandung salah satu anggota tim.
Peristiwa menyayat hati itu terjadi ketika tim Brimob menggali tumpukan lumpur, kayu, dan batu besar yang menimbun area permukiman pascalongsor.
Baca Juga: Internet Rakyat Kini Menjangkau Maluku Papua, Ini Daftar Daerah yang Sudah Tercover
Setelah beberapa menit berupaya menyingkirkan material berat, mereka menemukan sosok seorang wanita lansia yang sudah tidak bernyawa.
Korban langsung dimasukkan ke kantong jenazah sesuai prosedur.
Namun ketika salah satu personel ikut membantu proses identifikasi, ia terpaku.
Wajah korban yang tertutup lumpur mulai terlihat jelas dan seketika ia mengenali sosok tersebut sebagai ibunya.
Rekan-rekannya menyebut suasana di lokasi langsung hening. Dalam sekejap, tugas yang selama ini dijalankan dengan penuh kedisiplinan berubah menjadi momen kehilangan yang paling berat bagi sang anggota.
Akun resmi Brimob Polda Sumut mengunggah kabar duka tersebut.
Dalam pernyataannya, mereka menyampaikan bahwa korban yang ditemukan tim ternyata merupakan ibu kandung salah satu personel yang ikut melakukan pencarian.
Di tengah upaya pencarian korban longsor di Sibolga, personel Brimob Polda Sumut menemukan satu jenazah wanita lansia.
Belakangan diketahui, almarhumah adalah ibu kandung dari salah satu personel Brimob sendiri, tulis keterangan resmi tersebut.
Meski terpukul, sang anggota tetap berusaha tegar. Bersama rekan-rekannya, ia ikut mengangkat jenazah ibunya dengan penuh hormat menuju ambulans.
Baca Juga: Pencairan Kartu Keluarga Sejahtera Baru peralihan Pos Desember 2025, Ini yang Perlu Anda Tahu
Momen itu menjadi pengingat kuat bahwa aparat di lapangan tidak hanya bertugas sebagai penyelamat, tetapi juga manusia yang merasakan kehilangan yang sama seperti warga lainnya.
Brimob Polda Sumut menyebut bahwa kejadian tersebut menggambarkan beratnya pengabdian di tengah bencana besar.
Meski hati ikut berduka, para personel tetap menjalankan tugas dengan penuh hormat dan keteguhan, tulis mereka. Ini wujud nyata bahwa pengabdian Brimob tidak hanya soal keberanian, tetapi juga ketulusan di saat yang paling berat.
Peristiwa longsor di Sibolga sendiri menimbulkan kerusakan luas dan memakan korban jiwa.
Sejumlah warga masih dinyatakan hilang, sementara tim gabungan terus bekerja menyisir area yang tertimbun material.
Baca Juga: Proyek Jalur KA DJKA Jadi Sorotan Dua Saksi Baru Diperiksa, 18 Tersangka Sudah Ditetapkan
Kondisi medan yang berat, hujan lanjutan, serta risiko longsor susulan membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.
Kisah anggota Brimob yang menemukan ibunya dalam keadaan tak bernyawa menjadi potret paling menyentuh dari besarnya dampak bencana ini.
Di balik seragam dan ketegasan tugas, para aparat juga memikul luka yang sama dengan masyarakat yang mereka bantu.
Ungkapan belasungkawa mengalir dari warga, komunitas daring, hingga sesama anggota kepolisian.
Banyak yang menyampaikan doa dan dukungan moral agar sang personel diberi kekuatan menghadapi kehilangan ini, sekaligus tetap mampu melanjutkan tugas kemanusiaan bersama rekan-rekannya.***




