POJOKSATU.ID - Pemerintah memastikan akan memberikan santunan sebesar Rp15 juta kepada ahli waris korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatera.
Kebijakan ini disampaikan Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai bentuk kehadiran negara dalam membantu keluarga yang kehilangan anggota keluarga di tengah bencana besar yang terjadi akhir November hingga awal Desember 2025.
"Kalau untuk yang wafat ada santunan Rp 15 juta. Kalau untuk yang luka-luka berat ada Rp 5 juta," ujar Gus Ipul saat ditemui di Kantor kemensos, Jakarta Pusat, Selasa (2/12/2025). dikutip pojoksatu.id dari kompas.com
Baca Juga: Mengenal Apa Itu TWK–TIU–TKP, 3 Tes CPNS yang Diam-Diam Menyisihkan Banyak Peserta
Santunan tersebut diberikan sebagai dukungan langsung bagi keluarga yang terdampak, sekaligus upaya awal pemerintah dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Selain bantuan untuk korban tewas, pemerintah juga menyiapkan santunan bagi warga yang mengalami luka berat, dengan nominal yang disebut mencapai Rp5 juta per korban.
Kemensos menegaskan bahwa pemberian santunan dilakukan berdasarkan pendataan resmi di lapangan.
Baca Juga: Dana Bansos Desember 2025 Mengalir, Ini Daftar Wilayah Jabar yang Sudah Terima BPNT PKH
Proses asesmen tetap harus dilakukan guna memastikan keluarga penerima bantuan tercatat sebagai ahli waris yang sah.
Mekanisme ini penting untuk menghindari tumpang tindih data dan memastikan bantuan sampai kepada yang benar-benar membutuhkan.
Sejumlah daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi wilayah paling terdampak bencana kali ini.
Banjir besar, longsor, hingga rusaknya akses jalan membuat penanganan darurat berlangsung tidak mudah.
Tim BPBD bersama relawan gabungan bergerak dari satu titik ke titik lain untuk menyelamatkan korban, mengevakuasi jenazah, serta memastikan logistik dapat menjangkau para pengungsi.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dan BNPB juga mengirimkan bantuan tambahan berupa hunian sementara untuk warga yang kehilangan tempat tinggal.
Bagi rumah yang rusak berat, pemerintah menyatakan akan memberikan bantuan perbaikan hingga pembangunan ulang, dengan besaran sesuai standar penanganan bencana nasional.
Baca Juga: Bikin Pensiunan Deg-degan! Kabar Rapel 6 Bulan Mencuat, Tapi Taspen Bilang Begini
Kemensos mengumumkan bahwa ratusan miliar rupiah anggaran darurat telah disiapkan untuk menutup kebutuhan pengungsi, logistik, dan kompensasi korban jiwa.
Bantuan ini mencakup bahan makanan, tenda, selimut, kebutuhan anak dan lansia, serta layanan dukungan psikososial untuk keluarga yang kehilangan.
Meski demikian, proses penyaluran bantuan masih menghadapi tantangan. Beberapa wilayah dilaporkan sulit diakses akibat jalan terputus dan komunikasi yang tidak stabil.
Pemerintah daerah dan tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran secara bertahap, termasuk menggunakan perahu dan alat berat untuk menjangkau titik-titik yang terisolasi.
Baca Juga: Sampaikan Duka Mendalam, Negara Iran Siap Kirim Bantuan Kemanusiaan bagi Bencana Sumatera
Selain penanganan darurat, pemerintah juga menyoroti pentingnya mitigasi jangka panjang.
Bencana berskala besar ini disebut menjadi peringatan nyata bahwa infrastruktur penahan banjir, sistem peringatan dini, dan tata ruang harus segera diperbaiki untuk mencegah kerugian lebih besar di masa depan.
Santunan Rp15 juta bagi keluarga korban tewas diharapkan dapat memberikan sedikit keringanan di tengah situasi duka yang mendalam.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi warga terdampak sampai proses pemulihan selesai.***




