POJOKSATU.id, PANDAN— Pemkab Tapanuli Tengah (Tapteng) membenarkan dua warga terdampak banjir dan longsor tewas saat penjarahan beras di gudang Bulog Sarudik.

Dari keterangan pimpinan Bulog, warga ini mengambil beras dan minyak goreng yang disimpan di sana.

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu berharap masyarakat bisa kompak dan saling membantu serta gotong royong agar pemulihan Tapteng bisa cepat berjalan.

Hingga Senin (1/12), jumlah korban meninggal di Tapteng mencapai 86 orang, sementara jumlah korban hilang mencapai 104 orang.

Dalam akun resmi Facebook @Pemkab Tapanuli Tengah, Bupati Tapteng membenarkan adanya dua korban jiwa akibat insiden penumpukan beras saat penjarahan di gudang Bulog.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Pastikan Anggaran Penanganan Bencana Sumatera Aman, BNPB Siap Cairkan Rp500 Miliar Bisa Ditambah

“Kita harus kompak, saling membantu dan bergotong-royong. Hari ini seluruh kekuatan bekerja siang malam. Kita harus kuat bersama agar pemulihan bisa berjalan cepat,” ujar Bupati dalam akun itu.

 

Krisis Air Bersih

Pemkab Tapteng menetapkan status Tanggap Darurat selama dua minggu pasca bencana banjir bandang dan longsor besar yang melanda hampir seluruh wilayah Tapteng.

Hingga Senin (1/12/2025), data sementara mencatat 86 korban meninggal dunia dan sekitar 104 warga masih dalam pencarian.

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, menyampaikan bahwa upaya evakuasi masih terus dilakukan, namun medan berat membuat proses pencarian sangat sulit.

Baca Juga: Deretan 5 Kasus Pungli dan Korupsi Bantuan Bencana di Indonesia yang Bikin Publik Naik Darah, Nomor 3 Paling Edan!

“Banyak titik longsor yang belum bisa dievakuasi karena material menimbun dan akses tertutup. Saat ini kekuatan personel sekitar 80 orang dari Basarnas, TNI, Polri, BNPB dan unsur terkait yang dikerahkan di lapangan,” katanya.

Hampir seluruh jalur darat menuju Tapteng tidak bisa dilalui. Banyak jembatan putus dan badan jalan amblas.

Akses dari Tapanuli Selatan, Tarutung, Tapanuli Utara, dan Pakpak Bharat putus total. Saat ini satu-satunya jalur yang masih bisa ditembus adalah rute Subulussalam Aceh Singkil.

Daerah paling parah terdampak berada di Kecamatan Tukka, Kecamatan Pandan dan Kecamatan Sitahuis.

Hingga kini Tapteng dalam kondisi gelap karena listrik belum pulih. Internet dan jaringan komunikasi juga terganggu berat.

“Kami telah koordinasi dengan PLN dan provider jaringan. Air bersih kritis karena sumber air tertimbun longsor. Kami sangat membutuhkan alat penyaring air,” ujar Bupati Tapteng.

Baca Juga: Catat Baik-Baik! Ini Daftar Uang Rupiah yang Sudah Dicabut dan Batas Penukarannya, Selambatnya 2035

Sementara Pimpinan Wilayah Bulog Sumatra Utara, Budi Cahyanto, mengaku belum mendapatkan kabar soal korban tewas ini. Namun katanya saat penjarahan kondisinya begitu kacau.

“Belum terkonfirmasi karena komunikasi kami sulit sekali dengan teman-teman di sana,” kata Budi di Medan dilansir IDNTimes, Senin (1/11/2025).

Kata Budi, penjarahan itu mengakibatkan hilangnya 2.400 ton beras dari gudang Bulog. Kemudian ada 43 ribu liter minyak goreng, gula pasir dan beberapa produk lainnya.***