POJOKSATU.id - Gerakan Anak Negeri (GAN) kembali bergerak. Kali ini memberangkatkan satu tim besar relawan untuk membantu penanganan bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.

Nantinya, tim besar relawan tersebut memiliki fokus utama di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Gerakan Anak Negeri yang fokus pada aksi sosial ini memiliki berpengalaman menangani berbagai bencana besar.

Mulai dari Tsunami Aceh, bencana Nias, Sinabung, Merapi, Bantul, Pangandaran, Palu, Ambon, Semeru, hingga gempa Cianjur.

Baca Juga: Gerakan Anak Negeri dan Pemkab Bogor Kolaborasi Kirim Tim Kesehatan Bantu Korban Bencana Aceh dan Sumatera Utara

Menjelang keberangkatan, perwakilan Gerakan Anak Negeri melakukan kunjungan ke Pendopo Bupati Bogor.

Ini dilakukukan untuk berkoordinasi sekaligus memperkuat kolaborasi kemanusiaan.

"Bupati Bogor juga sangat senang dan mau ikut bersama-sama. Kami berkolaborasi memberikan bantuan terbaik bagi para korban," ujar Penanggung jawab Gerakan Anak Negeri, Hazairin Sitepu, Minggu 30 November 2025.

Selain itu, tim juga akan membawa sejumlah bantuan lain.

Baca Juga: Darurat Pangan Bantuan Logistik Pacu Penjarahan Minimarket oleh Korban Bencana, Bantuan Mandek dan Belum Merata!

Meliputi obat-obatan serta rencana pemberangkatan tim dokter guna membantu proses penanganan kesehatan para korban bencana.

Selain itu juga akan mulai mengirim dokter, perawat, ahli patah tulang Cimande, obat-obatan dan selimut sampai susu bayi, serta kebutuhan lainnya ke lokasi terdampak.

Tahap pertama direncanakan menuju Tapanuli Tengah, sambil menunggu laporan lengkap dari tim advance yang sudah lebih dulu dikerahkan ke Aceh dan Padang.

"Hari ini baru empat orang yang berangkat sebagai tim awal. Untuk tim besarnya, kami berharap besok sudah bisa berjalan," tutur Hazairin.

Sementara kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor fokus pada penyediaan tenaga kesehatan serta dukungan logistik medis.

"Karena kami meminta dokter, kami akan bawa banyak dokter, perawat kemudian juga pak Bupati mensupport obat-obatan," jelasnya.

Karena itu, Hazairin menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kolaborasi serta keterlibatan langsung Bupati Bogor.

Gerakan Anak Negeri juga mengajak masyarakat ikut membantu meringankan beban para penyintas bencana.

Baca Juga: Banjir Bandang Sumatra 2025 Pemerintah Kirim Bantuan Darurat Pangan ke Aceh, Sumut dan Sumbar

Donasi dapat disalurkan melalui rekening Bank Mandiri 133-00-32756611 atas nama Yayasan Negeri Satu Bangsa.

"Semoga Allah SWT memudahkan semua urusan kami untuk memberikan pertolongan kepada korban bencana di Sumatera," ungkapnya.

 

Pemkab Bogor Mendukung Penuh

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan duka cita atas bencana besar di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat tersebut.

Dia juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan solidaritas nasional dalam membantu para korban, terutama di Tapanuli, Sibolga dan daerah lain yang kini terisolasi akibat bencana besar tersebut.

Baca Juga: Ironis! Siklon Senyar Lumpuhkan Aceh, Pertolongan Pertama Justru Datang dari Malaysia

"Kami berduka cita atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera," ucap Rudy.

Menurutnya, bencana di luar Jawa memiliki tantangan jauh lebih berat karena wilayah yang terpencil dan akses yang terputus.

Berdasarkan laporan Danlanud ATS Bogor, seluruh armada helikopter sebanyak 18 unit telah diterbangkan ke Aceh dan Medan karena jalur darat dan udara tidak dapat diakses.

"Berbeda dengan Bogor yang dekat pusat pemerintahan dan banyak perusahaan, maka perpanjangan tangannya yang membantu cukup banyak," kata dia.

"Berbeda ceritanya pada saat di daerah luar Jawa dan daerah yang hampir terluar dari Indonesia yaitu Aceh, Sumatera," sambung Rudy.

Rudy juga menyatakan Pemkab Bogor siap mendukung Gerakan Anak Negeri dalam bentuk tenaga kesehatan, obat-obatan, logistik dan pembiayaan yang diperlukan.

"Kami minta dukungan Dinas Kesehatan untuk menyiapkan obat-obatan yang akan dibiayai APBD. Tenaga kesehatan, dokter muda, dokter baru, bahkan dokter senior—silakan bergabung," ajak dia.

"Mau bertugas sehari, seminggu, sampai berbulan-bulan, kami anggap berdinas di Kabupaten Bogor," lanjutnya.

Baca Juga: Bukan Gara-gara Cuaca Saja, Ini Deretan 7 Perusahaan yang Disebut Jadi Dalang Banjir Tapanuli

Rudy menegaskan bahwa Pemkab Bogor tidak hanya mengirim SDM, tetapi juga logistik dan bantuan material lainnya sesuai kebutuhan lapangan.

"Setelah tim advance berangkat malam ini, apa yang dapat kami kontribusikan selanjutnya dan prosesnya harus cepat," tandas Rudy.***