POJOKSATU.id, MEDAN— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengupdate data terbaru korban banjir bandang dan longsor yang terjadi di Sumatera Utara, Sabtu (29/11).

Hingga hari kelima bencana yang terjadi sejak Selasa (25/11) lalu, jumlah korban meninggal dunia mencapai 166 orang, dan warga yang dinyatakan hilang mencapai 143 orang.

"Sumatera Utara korban jiwa yang kemarin 116 jiwa sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia," kata Kepala BNPB Letjen Suharyanto saat jumpa pers secara daring, Sabtu (29/11/2025).

"Artinya dalam satu hari ini bertambah 60 jiwa meninggal dunia ini berkat operasi pencarian pertolongan oleh satgas gabungan yang dipimpin oleh Basarnas," katanya lagi.

Baca Juga: Sibolga Masih Terisolasi Hingga Hari Kelima Bencana Banjir Longsor, Total Meninggal Sumut 166 Orang

Sementara jumlah warga yang dinyatakan masih hilang sebanyak 143 orang yang tersebar di delapan daerah di Sumut.

Para korban hilang banjir dan longsor ini tersebar di Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Kota Padang Sidempuan, Pakpak Barat dan Mandailing Natal.

Kota Sibolga Terisolasi

Sementara itu, Kota Sibolga yang terletak di Pantai Barat Pulau Sumatera, masih terisolasi hingga hari kelima bencana banjir dan longsor yang terjadi sejak Selasa (25/11) lalu.

BNPB menyebut bantuan logistik mulai didistribusikan melalui udara disebabkan Kota Sibolga belum bisa dijangkau melalui jalur darat.

Menurut BNPB, mulai besok Minggu (30/11), mereka akan melakukan distribusi bantuan ke Kota Sibolga melalui jalur laut.

Baca Juga: Media Sosial Riuh Banjir Sumatera, Heboh BNPB Bilang Nyatanya Tidak Semengerikan Itu, Hmm Kok Gitu?

"Sibolga sampai hari ketiga penanganan darurat ini belum bisa ditembus lewat darat, tapi sudah bisa ditembus lewat udara untuk pendistribusian logistik,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam jumpa pers, Sabtu (29/11/2025).

“Tentu saja logistik di Sibolga belum cukup, tetapi kami yakinkan secara berangsur, secara terus menerus kami kirim terus melalui jalur udara," katanya lagi.

Dikatakan, Kota Sibolga hingga saat ini belum bisa ditembus lewat jalur darat. Untuk bantuan logistik mulai besok, Minggu (30/11) akan didorong menggunakan jalur laut, karena KRI bantuan TNI AL sudah tiba di Sumut.***