POJOKSATU.id, MEDAN—Kota Sibolga masih terisolasi hingga hari kelima bencana banjir dan longsor yang terjadi sejak Selasa (25/11) lalu.
BNPB menyebut bantuan logistik mulai didistribusikan melalui udara disebabkan Kota Sibolga belum bisa dijangkau melalui jalur darat.
Menurut BNPB, mulai besok Minggu (30/11), mereka akan melakukan distribusi bantuan ke Kota Sibolga melalui jalur laut.
"Sibolga sampai hari ketiga penanganan darurat ini belum bisa ditembus lewat darat, tapi sudah bisa ditembus lewat udara untuk pendistribusian logistik,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam jumpa pers, Sabtu (29/11/2025).
Baca Juga: Warga Sibolga Jarah Minimarket, 5 Hari Bantuan Bencana Banjir Tak Datang, Cemana Orang Lapar
“Tentu saja logistik di Sibolga belum cukup, tetapi kami yakinkan secara berangsur, secara terus menerus kami kirim terus melalui jalur udara," katanya lagi.
Dikatakan, Kota Sibolga hingga saat ini belum bisa ditembus lewat jalur darat. Untuk bantuan logistik mulai besok, Minggu (30/11) akan didorong menggunakan jalur laut, karena KRI bantuan TNI AL sudah tiba di Sumut.
Korban Meninggal 166 Orang
Hingga Sabtu sore (29/11), jumlah korban meninggal bencana alam di Sumut sebanyak 166 orang sementara jumlah pengungsi jumlahnya mencapai ribuan orang.
"Kemudian (jumlah) pengungsi ada perubahan," ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam jumpa pers, Sabtu (29/11/2025).
Suharyanto mengatakan saat ini pemerintah terus melakukan upaya untuk membuka jalur transportasi dan komunikasi.
"Untuk jalur transportasi Sibolga, Padang Sidempuan masih belum selesai, masih dalam pengerjaan," katanya.
Jumlah Pengungsi Bertambah
Jumlah pengungsi akibat bencana banjir dan longsor di Sumut terus bertambah.
- Tapanuli Tengah, satu titik pengungsi di GOR Tapanuli Tengah dengan pengungsi kurang lebih 1.100 KK.
-Tapanuli Utara: ada di satu titik pengungsian, jumlah pengungsi 600 KK.
- Tapanuli Selatan: pengungsian tersebar di 12 kecamatan, dengan jumlah 4.661 jiwa.
- Humbang Hasundutan ini juga disebut pengungsi sebanyak, dengan jumlah 1.712 jiwa
- Mandailing Natal tersebar di 8 titik pengungsian dengan jumlah 1.378 jiwa.***




