POJOKSATU.ID - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) melanda Kabupaten Manggarai serta sejumlah wilayah lain di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selama hampir satu pekan terakhir, kondisi ini memicu antrean panjang di berbagai SPBU.
Terutama di Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, yang mengalami kekosongan stok BBM secara berulang.
Warga mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite maupun Pertamax, bahkan sebagian terpaksa menunggu berjam-jam di SPBU demi memperoleh beberapa liter BBM.
Baca Juga: APBD Banten 2026 Disahkan, Gubernur Banten Tegaskan Anggaran Fokus Pelayanan Publik Dan Pembangunan
Untuk kebutuhan sehari-hari, situasi tersebut membuat aktivitas warga dan pelaku usaha terganggu.
Termasuk pengangkutan logistik dan operasional angkutan umum.
Namun di tengah keluhan masyarakat, pihak Pertamina melalui Fuel Terminal Pertamina Reo justru menyatakan.
Bahwa pasokan BBM dari depot dalam kondisi aman dan penyaluran ke wilayah Ruteng berjalan lancar.
Baca Juga: Guru Penyelamat Masa Kecil, Gubernur Banten Terharu Saat Pulang ke SDN Gandaria 03
Manager Fuel Terminal Pertamina Reo, Munu Najmudin, mengaku belum mengetahui penyebab pasti kelangkaan BBM di Ruteng.
Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menyalurkan BBM sesuai kebutuhan rata-rata harian atau daily objective throughput (DOT).
Bahkan lebih tinggi dari biasanya dalam dua hari terakhir.
Padahal kita nyalurin sesuai DOT. Kita kirimkan sesuai rata-rata penyaluran setiap hari.
"bahkan selama dua hari terakhir justru over terus atau lebih dari rata-rata, baik Pertalite maupun Pertamax,” kata Munu, Rabu 26 November 2025.
Pernyataan tersebut membuat dugaan penyebab kelangkaan semakin membingungkan.
Di satu sisi, masyarakat menghadapi kekosongan stok di SPBU di sisi lain, Pertamina menyatakan tidak ada gangguan distribusi.
Salah satu faktor yang sempat diisukan sebagai penyebab kelangkaan adalah perbaikan jalan di jalur Ruteng dna Reo.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Genjot Lulusan SMK Tembus Kerja ke Luar Negeri Lewat Program BKK
Yang merupakan jalur utama distribusi dari Depot Pertamina Reo ke SPBU di Manggarai.
Namun Munu menegaskan pekerjaan jalan tersebut tidak berdampak signifikan terhadap penyaluran BBM.
Kalau itu mungkin sedikit, tetapi tidak terlalu berdampak.
"Karena penyaluran tetap berjalan sekalipun agak lambat sedikit. Tetapi tidak terlalu berdampak,” katanya.
Baca Juga: Peran Guru Jadi Sorotan di HGN 2025, Dedikasi Tanpa Batas untuk Pendidikan Banten
Ia menekankan bahwa jalur tersebut tidak ditutup total, melainkan menggunakan sistem buka tutup, sehingga kendaraan tangki tetap bisa melintas.
Munu memastikan stok di Depot Pertamina Reo berada dalam kondisi aman.
Kapal pengangkut BBM dikatakan telah tiba pada hari Selasa dan Rabu.
Sehingga cadangan BBM tidak mengalami penurunan drastis.
“Kalau stok di Depot Pertamina Reo masih aman.
Selasa dan Rabu kemarin ada kapal lagi. Kemarin juga masih oke,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui belum mengetahui secara pasti apa.
Yang menyebabkan beberapa SPBU di Ruteng mengalami kekosongan berulang.
Dengan situasi yang terus memburuk, masyarakat berharap adanya investigasi mendalam terkait penyebab kelangkaan BBM di Manggarai.
Baca Juga: Pembinaan Pelajar Pancasila di Yonif 203 AK Tegaskan Tolak Tawuran
Banyak warga menilai kelangkaan selama sepekan terakhir terlalu janggal jika pasokan dari Pertamina benar-benar normal.
Beberapa pelaku usaha transportasi mengaku rugi karena harus menunggu lama di SPBU atau membeli BBM dari pengecer dengan harga lebih tinggi akibat kelangkaan."
Pihak pemerintah daerah dan aparat diharapkan turun tangan untuk memeriksa distribusi BBM di tingkat SPBU agar persoalan dapat segera diatasi.***




