POJOKSATU.id – Di balik sosok tegas dan berwibawa Jenderal (Purn) Wiranto.

berdiri sosok yang selalu tenang, rendah hati, dan penuh pengabdian.

strinya, Hj. Rugaiya “Uga” Usman. Kepergiannya pada 16 November 2025.

Baca Juga: Istri Mantan Menko Polhukam Wiranto akan Dimakamkan di Delingan Solo Besok Hari

Menyisakan duka mendalam sekaligus mengingatkan kembali bagaimana peran pentingnya.

Sebagai pendamping setia di balik karier militer dan politik sang suami.

 

Pilar Ketenangan di Tengah Kehidupan Publik

Baca Juga: DPR Semprot Kemenkes dan BPJS Kesehatan, UHC Hanya Ilusi dan Angka Cantik! Bongkar 3 Masalah Besar JKN di Lapangan

Sepanjang kehidupan publik Wiranto, Rugaiya dikenal sebagai “sosok pendamai”

Pribadi yang tidak mencari sorotan, tetapi senantiasa setia mendampingi.

Ia menikah dengan Wiranto sejak 1975.

Baca Juga: DPR Semprot Kemenkes dan BPJS Kesehatan, UHC Hanya Ilusi dan Angka Cantik! Bongkar 3 Masalah Besar JKN di Lapangan

Meskipun suaminya dikenal sebagai figur militer yang keras dan tegas.

Rugaiya menghadirkan keseimbangan dalam kehidupan rumah tangga mereka.

Di tengah karier suami yang menanjak dari perwira TNI.

Hingga menjadi Panglima dan pejabat negara Rugaiya tetap menjalankan peran sebagai pendukung tanpa pamrih.

Dalam situs resmi militer Wiranto disebutkan bahwa istrinya adalah Hj.

Baca Juga: DPR Semprot Kemenkes dan BPJS Kesehatan, UHC Hanya Ilusi dan Angka Cantik! Bongkar 3 Masalah Besar JKN di Lapangan

Rugaiya Usman, SH. Keteguhan dan kesabaran Uga menjadi fondasi bagi keluarga Wiranto selama puluhan tahun.

 

Kesederhanaan dan Pengabdian Sosial

Tidak hanya sebagai istri pendukung, Rugaiya juga aktif di kegiatan kemanusiaan.

Dari catatan publik,dia pernah menjabat sebagai Ketua PMI (Palang Merah Indonesia) DKI Jakarta.

Baca Juga: DPR Semprot Kemenkes dan BPJS Kesehatan, UHC Hanya Ilusi dan Angka Cantik! Bongkar 3 Masalah Besar JKN di Lapangan

Lewat perannya di PMI, Uga dikenal sosok yang berhati lembut, peduli.

Serta konsisten dalam membantu sesama, jauh dari pamrih pangkat atau jabatan.

Keterlibatan Rugaiya di lembaga sosial menunjukkan bahwa perannya melampaui sekadar “istri pejabat”.

Baca Juga: DPR Semprot Kemenkes dan BPJS Kesehatan, UHC Hanya Ilusi dan Angka Cantik! Bongkar 3 Masalah Besar JKN di Lapangan

Dia membaktikan sebagian hidupnya untuk kegiatan sosial.

menjaga citra pribadi yang sederhana namun berdampak.

Kepergian dengan Tenang

Kabar duka datang pada sore hari, Minggu, 16 November 2025.

Ketika Rugaiya menghembuskan nafas terakhir di Bandung pada pukul 15.55 WIB.

Menurut laporan, TNI menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhumah.

Baca Juga: Istri Mantan Menko Polhukam Wiranto akan Dimakamkan di Delingan Solo Besok Hari

Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Palem Kartika No. 21, Kompleks PATI-AD, Bambu Apus, Jakarta Timur.

Rencananya, jenazah akan diterbangkan ke Solo esok pagi dan dimakamkan di TPU Delingan, Solo.

Dalam pesan duka, keluarga meminta agar publik mendoakan agar Rugaiya.

Baca Juga: Banyak Terima DM dari Pejabat hingga Diancam Mantan, Ini Alasan Farida Nurhan Betah Menjanda

Mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.


Warisan Kesetiaan dan Kebaikan

Kepergian Rugaiya bukan hanya kehilangan pribadi bagi Wiranto.

Tetapi juga bagi lingkungan sosial yang mengenalnya sebagai figur dermawan dan penuh kasih.

Sosoknya akan terus dikenang sebagai elemen penyeimbang dalam kehidupan Wiranto.

Baca Juga: DPR Semprot Kemenkes dan BPJS Kesehatan, UHC Hanya Ilusi dan Angka Cantik! Bongkar 3 Masalah Besar JKN di Lapangan

Perempuan yang dalam diamnya memberikan dukungan besar bagi suami dan keluarga.

Sembari tetap menjaga aktivitas kemanusiaan yang bermakna.

Meninggalnya Rugaiya mengingatkan kita bahwa di balik pemimpin besar.

sering ada sosok pendamping sederhana namun kuat pilar kesetiaan.

Yang tidak banyak bicara tapi resonansinya terasa jauh lebih lama.***