POJOKSATU.ID - Temuan unsur radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada produk sepatu asal Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat membuat publik tersentak.

Bukan hanya karena sepatu jarang dikaitkan dengan isu radiasi, tetapi karena kasus ini menyorot kembali standar keamanan industri dalam negeri.

Pemerintah pun angkat bicara melalui Wakil Menteri Kesehatan Benny dan Kepala BPOM untuk menjelaskan kondisi sebenarnya sekaligus menenangkan masyarakat.

Baca Juga: Mega Romala, Lurah Sawah Ciputat, Imbau Masyarakat Lebih Peduli Kebersihan Lingkungan

Kasus ini mencuat setelah dua kontainer berisi sepatu ekspor asal Indonesia dikembalikan oleh otoritas Amerika Serikat.

Pemeriksaan menemukan jejak Cs-137, sebuah radionuklida yang dapat membahayakan kesehatan jika terpapar dalam dosis tertentu dan dalam waktu lama.

Temuan itu mengarah pada kawasan industri di Cikande, Serang, Banten. Beberapa pabrik alas kaki di wilayah tersebut disebut memasok merek global dan memproduksi dalam skala besar.

Baca Juga: Job Fair Tangerang 2025 Resmi Dibuka! Ribuan Peluang Kerja Menanti di Festival Cisadane

Industri yang melibatkan ribuan pekerja ini langsung disorot karena potensi dampaknya terhadap keselamatan kerja dan citra ekspor Indonesia.

Kontaminasi pada produk nonpangan seperti sepatu ini menambah daftar panjang isu radioaktif yang sebelumnya juga sempat ditemukan pada udang dan cengkeh.

Situasi ini membuat pemerintah pusat turun tangan.

Baca Juga: Dari Tambang sampai Energi, Seberapa Luas Jejak Bisnis Luhut Binsar Pandjaitan?

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menjadi salah satu pejabat yang memberikan penjelasan resmi.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa temuan radiasi di kawasan industri Cikande belum menimbulkan risiko kesehatan berat bagi masyarakat.

Menurutnya, level paparan yang ditemukan masih berada di bawah batas yang membahayakan kesehatan publik.

Baca Juga: Booth Kartu Layanan Gratis Hadir Lagi di CFD Bundaran HI, Catat Jadwal dan Syaratnya!

Meski begitu, ia tidak menutup mata bahwa radiasi meski kecil tetap perlu dipantau. menekankan pentingnya:

Pengawasan berkelanjutan di kawasan industri,

Edukasi kepada masyarakat agar tidak panik, dan

Koordinasi lintas kementerian untuk menindaklanjuti temuan awal.

Pernyataan Wamenkes ini menjadi upaya menenangkan publik sekaligus memastikan bahwa pemerintah tidak menganggap enteng isu keselamatan radiasi.

Baca Juga: Cara Naik Transjakarta Pakai QRIS Tap, Mudah dan Tanpa Kartu!

Di sisi lain, Kepala BPOM ikut memberikan penjelasan terkait risiko di sektor ekspor.

Meski BPOM lebih banyak menangani produk pangan, lembaga ini mendapat perhatian karena beberapa kasus radioaktif sebelumnya terjadi pada komoditas ekspor yang berada dalam pengawasannya.

BPOM menilai bahwa isu radioaktif baik pada pangan maupun nonpangan berpotensi merusak citra produk Indonesia di mata pasar global.

Baca Juga: Putusan MK Soal Polisi Aktif di Jabatan Sipil, Begini Sikap DPR Menanggapinya

Karena itu, BPOM menegaskan bahwa pemerintah sedang melakukan langkah-langkah berikut:

Memperkuat diplomasi dengan negara tujuan ekspor,

Meningkatkan pemeriksaan kualitas produk ekspor yang berisiko,

Berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga teknis untuk memastikan standar radiasi terpenuhi,

Memperbarui pedoman pemeriksaan apabila dibutuhkan.

BPOM menyebut bahwa respons cepat perlu dijalankan untuk mencegah import alert yang lebih luas di negara tujuan.

Baca Juga: Minta Perlindungan dari Alam Gaib, Dua Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online Tetap Kena Bekuk

Cs-137 merupakan radionuklida yang muncul dari aktivitas nuklir atau penggunaan industri tertentu.

Dalam produk sepatu, keberadaannya tidak dapat dianggap wajar sehingga aktivitas penyelidikan menjadi penting.

Meski paparan kecil di permukaan barang biasanya tidak langsung membahayakan manusia, Cs-137 tetap memiliki sifat:

Dapat menyebabkan dampak kesehatan bila terhirup atau termakan,

Bersifat kumulatif dalam jangka panjang,

Memerlukan prosedur penanganan khusus dalam standar industri.

Karena itu pemerintah menekankan perlunya investigasi menyeluruh agar sumber kontaminasi bisa ditemukan.

Baca Juga: Kapan Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Dibuka? Simak Jadwal dan Besaran Bantuan agar Tak Ketinggalan!

Munculnya isu radioaktif pada sepatu ekspor memang mengejutkan, tetapi pemerintah berupaya menenangkan situasi.

Wamenkes menegaskan tidak ada risiko kesehatan yang berat saat ini, sementara BPOM mengingatkan pentingnya menjaga kredibilitas produk Indonesia di mata dunia.

Yang jelas, investigasi dan pengawasan ketat harus terus dilakukan agar industri dapat beroperasi aman, bertanggung jawab, dan tetap dipercaya di pasar internasional.***