POJOKSATU.ID - Warga Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Depok, dikejutkan oleh penemuan mayat pria yang mengapung di aliran Sungai Ciliwung pada Rabu pagi (12/11/2025).

Tubuh pria itu telungkup di permukaan air, terbawa arus perlahan, hingga akhirnya tersangkut di antara akar pohon di tepian sungai.

Saksi mata, seorang warga bernama Ahmad (42), mengaku sempat mengira benda yang hanyut itu hanyalah karung sampah.

Baca Juga: Main Asal Foto dan Tuduh! Penumpang Ini Bikin Viral Pramugara dan Pramugari KAI yang Diduga Berpacaran

“Pas didekati, ternyata badan manusia. Saya langsung teriak minta tolong warga lain,” ujarnya. Dalam waktu singkat, suasana bantaran sungai yang biasanya sepi berubah ramai.

Petugas Basarnas Depok bersama Polres Metro Depok tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB, Mereka mengevakuasi jenazah menggunakan tali dan perahu karet.

Proses berlangsung cukup sulit karena posisi tubuh korban berada di tengah arus yang cukup deras.

Baca Juga: 40 Latihan Soal IPS Kelas 7 Semester 1 Kurikulum Merdeka Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasan, Kuasai Peta Indonesia

Sekitar setengah jam kemudian, jasad berhasil dibawa ke darat. Identitas korban diketahui dari dompet yang masih melekat di saku celana seorang pria berinisial I (57), warga setempat.

“Korban pertama kali ditemukan warga dalam posisi mengapung. Saat dievakuasi, tubuhnya sudah mulai membengkak,” ujar AKP Anton Siregar, Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Depok.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Polisi menduga korban terjatuh dan tenggelam dua hari sebelum ditemukan. Jenazah pun langsung dibawa ke rumah keluarga untuk dimakamkan.

Baca Juga: Bikin Heboh! Nenek di Jakbar Belanja Pakai Uang Palsu, Tapi Ceritanya Bikin Kasihan

Suasana duka menyelimuti lingkungan sekitar rumah korban. Menurut tetangga, pria tersebut dikenal pendiam dan sering berjalan di sekitar sungai saat pagi.

“Kemarin sore masih kelihatan, dia biasa nyiram tanaman di dekat sungai,” kata Bu Rini (54), tetangga korban.

Beberapa warga mengaku masih trauma karena pertama kali melihat tubuh manusia di aliran sungai yang setiap hari mereka lalui.

Baca Juga: Wajah Baru Literasi Anak Muda: dari Buku ke TikTok Edukasi

Sungai Ciliwung yang melintasi kawasan Depok hingga Jakarta memang kerap menjadi lokasi penemuan jasad manusia, terutama saat musim hujan.

Debit air yang meningkat membuat aliran sungai deras dan berbahaya bagi siapa pun yang mendekat tanpa pengamanan.

Dalam catatan BPBD Kota Depok, sejak awal 2025 sudah ada empat kasus penemuan mayat di sepanjang aliran Ciliwung, baik karena tenggelam maupun hanyut dari wilayah hulu.

Baca Juga: KemenPANRB Umumkan Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu, Kalimantan Selatan Jadi Provinsi dengan Estimasi Tertinggi

Selain faktor alam, beberapa kasus juga berkaitan dengan aktivitas manusia seperti pembuangan limbah, kecelakaan, bahkan dugaan tindak kriminal.

Karena itu, pengawasan di sekitar bantaran sungai kini diperketat oleh aparat dan relawan lingkungan.


Kematian tragis ini menjadi pengingat bagi warga Depok akan pentingnya keselamatan di lingkungan sungai.

Pemerintah kota disebut akan menambah lampu penerangan, rambu peringatan bahaya, serta patroli rutin di titik-titik rawan.

Baca Juga: 40 Latihan Soal IPA Kelas 7 Semester 1 Kurikulum Merdeka Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasan, Metode Ilmiah hingga Pemuaian

Menjelang sore, arus Sungai Ciliwung kembali tenang. Namun bagi warga Depok, ketenangan itu menyisakan rasa pilu.

Seorang ayah, tetangga, dan teman, kini pergi dengan cara yang tak pernah mereka duga.

Sungai yang selama ini jadi sumber kehidupan, mendadak berubah menjadi saksi sunyi atas kehilangan.

Bagi masyarakat sekitar, peristiwa ini menjadi pengingat sederhana: selalu berhati-hati di sekitar air, karena arus tak pernah berkompromi.***