POJOKSATU.ID - Kasus pembunuhan pegawai konter HP di Jalan Sukamulya, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, akhirnya menemukan titik terang.

Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku yang sempat kabur usai melakukan aksinya.

Pelaku diketahui berinisial NA (27), warga asal Garut, Jawa Barat, yang tak lain adalah rekan satu daerah dengan korban IP (21).

Baca Juga: Sudah Sebulan Status Info GTK Masih 16? Ini Penjelasan dan Alasan Kenapa Belum Berubah

Penangkapan ini dilakukan di kawasan Cicalengka, Kabupaten Bandung, hanya beberapa hari setelah peristiwa berdarah yang menggemparkan publik itu.

Polisi memastikan, motif utama pelaku adalah mencuri uang di dalam konter tempat korban bekerja. Namun, rencana itu berubah menjadi aksi kejam yang menghilangkan nyawa seseorang.

Kasus ini terjadi pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 03.00 dini hari.

Menurut keterangan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono, tersangka datang ke konter HP di Jalan Sukamulya dengan niat mengambil uang.

Baca Juga: Lulusan Bahasa Jepang Banyak Dicari di Program Magang Nasional Batch 2, Ini Alasannya

Namun saat itu, korban sedang berjaga.

Saat aksinya diketahui korban, pelaku panik dan sempat terjadi perkelahian.

Dalam situasi itu, NA mengambil benda tajam dan melukai korban beberapa kali hingga akhirnya korban meninggal dunia di tempat.

Tubuh korban kemudian ditemukan siang harinya oleh warga sekitar yang curiga karena konter tidak kunjung buka seperti biasa.

Baca Juga: Laptop AI Terlengkap ASUS dengan Ekosistem Gaming Terbesar Hadir di Sumut, Cek Spesifikasi Lengkapnya

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku.

NA kemudian diketahui melarikan diri ke arah timur Bandung.

Tim gabungan Satreskrim Polrestabes Bandung dan Polsek Sukajadi melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku di Cicalengka tanpa perlawanan.

Baca Juga: Disdik Jabar Evaluasi 189 Smater, Kadisdik Tekankan Akuntabilitas Pelaksanaan

Dari hasil penyelidikan, ternyata pelaku dan korban asal daerah yang sama, yakni Garut, Jawa Barat.

Keduanya sudah saling mengenal, bahkan beberapa kali sempat bertemu sebelum peristiwa naas itu terjadi.

Hubungan yang semula biasa-biasa saja itu berubah tragis ketika pelaku memutuskan melakukan pencurian dan mengakhiri hidup korban dengan cara brutal.

Polisi menemukan bahwa pelaku mengalami kesulitan keuangan dan nekat mencuri di tempat korban bekerja karena mengetahui lokasi penyimpanan uang konter tersebut.

Baca Juga: Libatkan Komunitas Lewat Kongko, Bappeda Depok Mulai Susun Rencana Pembangunan 2027

Peristiwa pembunuhan ini menggemparkan warga sekitar Sukagalih.

Banyak yang tidak menyangka, konter HP yang biasanya ramai justru menjadi tempat kejadian tragis.

Jenazah korban telah dimakamkan di kampung halamannya di Garut dengan suasana haru.

Sementara pelaku kini ditahan di Polrestabes Bandung dan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

Kasus ini menjadi peringatan bagi pemilik usaha konter HP dan toko ritel lainnya untuk meningkatkan keamanan, terutama pada malam hari.

Baca Juga: Program Magang Nasional Batch 2 Buka Lowongan Dokter Umum, Tapi Jadi Dokter Harus Koas Sampai 2 Tahun, Bagaimana Solusinya?

Kepolisian juga mengimbau agar setiap tempat usaha dilengkapi CCTV aktif dan sistem keamanan ganda untuk mencegah tindak kejahatan serupa.

Tragedi di Sukamulya meninggalkan pelajaran penting: kejahatan bisa muncul dari niat sesaat yang berujung fatal.

Air mata keluarga korban dan penyesalan pelaku kini menjadi dua sisi kisah pilu yang mengingatkan kita semua tentang pentingnya kejujuran dan kontrol diri.***