POJOKSATU.ID - Suasana tenang di ruas Tol Jagorawi Km 30, Citeureup, Kabupaten Bogor, mendadak berubah mencekam.

Seorang pria ditemukan tewas di semak-semak pinggir jalan tol, Senin (10/11/2025). Kondisinya mengenaskan tangan dan kaki terikat lakban, wajah lebam, dan tubuh mulai membiru.

Penemuan itu sontak menggegerkan warga sekitar. Banyak yang awalnya mengira korban hanya tertidur di tepi jalan.

Baca Juga: Mau Lanjut S2 atau S3? IPB University Buka Pendaftaran Pascasarjana hingga 30 Desember 2025

Namun begitu diperiksa lebih dekat, kecurigaan berubah menjadi kengerian.

Menurut keterangan saksi, korban ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB oleh seorang warga yang melintas di area tepi tol, tak jauh dari Desa Leuwinutug, Citeureup.

Dari kejauhan, posisi tubuh korban tertelungkup di antara semak. Ketika diperiksa, kedua tangannya terikat ke belakang, sementara kakinya juga dililit lakban hitam.

Tak lama setelah laporan masuk, petugas Patroli Jalan Raya (PJR) dan Polres Bogor datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) Area sekitar langsung dipasangi garis polisi.

Baca Juga: Karyawan Bekasi Duel Lawan 4 Begal demi Selamatkan Uang Rp 450 Juta

Korban diperkirakan berusia sekitar 45 tahun. Ia mengenakan kaus berwarna abu-abu dan celana panjang gelap.

Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat bekas luka lebam di wajah, hidung berdarah, dan tanda kekerasan di bagian dada.

Petugas Inafis Polres Bogor kemudian mengevakuasi jasad korban ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk keperluan autopsi dan identifikasi.

Baca Juga: Prabowo Tunda Keberangkatan ke Australia Demi Pimpin Rapat Khusus di Halim, Hal Penting Dihabas

Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, identitas korban diketahui bernama Ujang Adiwijaya, warga Kampung Pitara, Kota Depok.

Kasus ini pun langsung ditangani oleh Satuan Reskrim Polres Bogor bekerja sama dengan Ditreskrimum Polda Jawa Barat.


Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro membenarkan penemuan tersebut dan menyebutkan kuat dugaan bahwa korban meninggal akibat kekerasan.

Polisi kini sedang menelusuri kendaraan yang melintas di area Km 30 pada waktu kejadian.

Beberapa kamera CCTV tol tengah diperiksa untuk mengetahui apakah korban dibuang di lokasi itu atau dibunuh di tempat lain.

Baca Juga: Rezeki Akhir Tahun Guru ASN: TPG, THR, dan Gaji 13 Cair Serentak 100 Persen

Penyidik juga memeriksa jejak komunikasi korban serta meminta keterangan dari keluarga dan rekan kerjanya di Depok.

Dugaan sementara, korban mungkin sudah menjadi target sebelum dibuang ke area semak-semak tol.

Warga sekitar mengaku masih trauma dengan peristiwa ini Lokasi kejadian memang cukup sepi di malam hari dan minim penerangan.

Baca Juga: Bupati Saepul Bahri Tinjau Layanan Publik Keliling di Sindangpanon, Warga Antusias

Banyak pengendara yang kini mengaku enggan melintas sendirian terutama pada malam hari.

Pihak pengelola tol bekerja sama dengan kepolisian juga berjanji akan menambah patroli di area rawan, terutama di titik-titik semak yang tidak terlihat dari jalan utama.


Hingga kini, polisi masih menunggu hasil autopsi lengkap untuk memastikan penyebab kematian Kasus ini diduga kuat berkaitan dengan tindak pembunuhan berencana.

Meski demikian, penyidik belum mau berspekulasi sebelum hasil laboratorium keluar.

Baca Juga: Tidak Perlu Panik! Ini Langkah yang Harus Dilakukan Guru ASN dan Non ASN Jika Belum Terima Pencairan TPG Triwulan IV!

Sementara itu, keluarga korban telah dihubungi dan mengonfirmasi bahwa Ujang sempat tidak pulang selama dua hari sebelum ditemukan tewas.

Mereka berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik kejadian keji ini.

Penemuan mayat terikat lakban di semak Tol Jagorawi menjadi peringatan keras tentang meningkatnya kasus kekerasan di sekitar wilayah Jabodetabek.

Di tengah hiruk-pikuk jalan tol yang ramai setiap hari, tragedi seperti ini mengingatkan bahwa kejahatan bisa terjadi di mana saja, bahkan di tempat yang tak terduga.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, melapor jika melihat hal mencurigakan, dan tidak menyepelekan tanda-tanda bahaya di sekitar jalan raya.***