POJOKSATU.id - Ketika lapangan olahraga menjadi ‘kantor politik’, itulah yang dilakukan Bahlil Lahadalia.
Ketum DPP Partai Golkar itu, pada Minggu (9/11/2025), meresmikan sebuah fasilitas olahraga yang tak biasa.
Dua lapangan padel bernama Yellow Racquet Club di halaman kantor pusat Golkar, Jakarta.
Baca Juga: Penataan Baru Stasiun Cipeundeuy: KAI Daop 2 Bandung Siapkan Area Kios bagi Pedagang
Langkah ini bukan sekadar tambahan fasilitas. Bagi Golkar, ini sebuah sinyal politik tak harus selalu lewat orasi dan forum berat.
Justru menyentuh anak muda lewat gaya hidup modern oleh karena itu, olahraga raket yang tengah naik daun dipilih sebagai medium.
“Ini adalah sebagai langkah inovatif untuk menyiapkan fasilitas olahraga khusus padel bagi generasi muda,” ujar Bahlil.
Baca Juga: Transmigrasi Cerdas
Tapi uniknya bahlil mengatakan bahwa jika mau ada potongan harga harus masuk golkar terlebih dahulu
“Pak Dito tadi laporkan dibuka untuk umum Dengan harga diskon. Dengan syaratnya satu masuk Golkar,” Ujar Bahlil.
Disebutkan bahwa sekitar 73 persen penduduk Indonesia berada di rentang usia 17–50 tahun rentang yang sangat relevan dengan pendekatan “sport & lifestyle” ini.
Baca Juga: Penataan Baru Stasiun Cipeundeuy: KAI Daop 2 Bandung Siapkan Area Kios bagi Pedagang
Dengan kata lain anak muda adalah target, dan media yang dipakai bukan hanya kampanye politik konvensional, tapi tempat bersosialisasi dan aktivitas fisik.
Baca Juga: Penataan Baru Stasiun Cipeundeuy: KAI Daop 2 Bandung Siapkan Area Kios bagi Pedagang
Olahraga & Politik
Biasanya, partai politik membuka sekretariat, rapat pleno, atau bagi-bagi atribut. Golkar memilih jalur berbeda.
Membangun ruang yang bisa digunakan umum, bersifat aktif dan menarik secara visual.
Dua lapangan padel berlantai kuning warna khas Golkar menjadi simbol bahwa partai ini bukan ingin sekadar “hadir” di dunia anak muda, melainkan “bermain” di dalamnya.
Yang menarik, fasilitas ini terbuka untuk masyarakat umum.
Baca Juga: Heboh Harga Jilbab dari China Cuma Rp1.000! Lebih Murah dari Parkir Motor, UMKM Bisa Apa?
Bukan hanya kader partai. Kan berarti dari arena politik yang tertutup, kini menuju arena olahraga yang terbuka.
Kalaupun ada imbuhan diskon atau syarat terselip sebagai sinyal bahwa interaksi dengan partai bisa terjadi lewat medium non-tradisional.
Meski strategi ini segar, ada beberapa catatan yang perlu dicermati.
Baca Juga: Viral BBM Lokal BOBIBOS, Tapi Harga ‘Sepertiga Pertamax’ Masih Misteri
Autentisitas, Apakah generation Z dan milenial akan melihat fasilitas ini sebagai “politik” atau.
Sebagai “tempat nongkrong kekinian”? Jika terlalu terlihat sebagai alat kampanye, justru bisa jadi kontra-produktif.
Transparansi akses, Terbuka untuk umum memang bagus. Namun kalau syarat-syarat “terkait partai” muncul, citra “terbuka” bisa ternodai.
Baca Juga: Bupati Serang Perkuat Perlindungan Pekerja Migran Melalui Kerja Sama dengan KPPMI
Dari sudut lain, strategi ini punya sejumlah keunggulan.
Dengan meresmikan Yellow Racquet Club, Golkar menunjukkan bahwa mereka tak ingin tertinggal oleh dinamika generasi muda.
Olahraga menjadi jembatan dari gaya hidup ke politik.
Namun, keberhasilan langkah ini tidak hanya dilihat dari isi lapangan.
Melainkan dari seberapa jauh partai mampu mempertahankan relevansi, kedekatan, dan kepercayaan dalam dunia yang terus bergerak.
Apakah ini akan menjadi tren baru dalam politik Indonesia? Kita akan melihatnya.
Tapi satu hal jelas sekarang “turun ke lapangan” bisa saja berarti benar-benar berada di lapangan raket di tangan.
Warna kuning mencolok, dan publik menanti gerakan berikutnya.***


.webp)

