POJOKSATU.ID - Wilayah Kampung Bahari di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara terus menjadi kawasan prioritas.

Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba (P4GN).

Meski beberapa operasi besar telah dilakukan,

Upaya mitigasi yang berkelanjutan kini menjadi kunci agar kampung ini benar-benar bebas dari narkoba.

Baca Juga: 91 PPPK Sragen Didepak! Kontrak Tak Diperpanjang, Ini Alasannya dan Nasib Mereka Selanjutnya

Kini dilakukan melalui pendekatan kolaboratif antara Polres Metro Jakarta Utara, Badan Narkotika Nasional, dan Pemerintah Kota Jakarta Utara.

Sinergi ini bertujuan untuk menghapus stigma kawasan tersebut sebagai “kampung narkoba”.

Dan mengubahnya menjadi lingkungan yang aman serta bebas dari peredaran obat terlarang.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Ahmad Fuady, menjelaskan bahwa koordinasi lintas lembaga telah berjalan intens.

Baca Juga: 300 Hektar Hutan di Bangka Tengah Rusak Parah Akibat Tambang Ilegal, Kerugian Negara Capai Rp12,9 Triliun

Dengan fokus utama pada pencegahan dan edukasi masyarakat.

Strategi yang dibangun tidak hanya mengandalkan tindakan penegakan hukum.

Tetapi juga menguatkan partisipasi warga dalam menjaga lingkungan mereka sendiri.

Langkah kolaboratif ini meliputi patroli rutin gabungan, penyediaan kanal informasi cepat bagi masyarakat untuk melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.

Serta pembentukan posko warga antinarkoba di sejumlah titik rawan.

Melalui pendekatan partisipatif ini, aparat berharap masyarakat tidak lagi takut berinteraksi dengan aparat keamanan.

Melainkan turut menjadi bagian dari gerakan bersama melawan narkoba.

Program ini menjadi model kerja sama terpadu antara aparat penegak hukum dan komunitas lokal.

Baca Juga: Krisis Akuifer dan Degradasi Ekologi, Saat Eksploitasi Air Tak Pahami Sains Alam

Yang diharapkan bisa direplikasi di wilayah lain dengan tingkat kerawanan serupa.

Salah satu penyebab kerentanan wilayah adalah tekanan ekonomi dan akses terbatas ke kegiatan produktif.

Dalam penelitian mengenai karakteristik peredaran di kawasan itu disebutkan.

Bahwa faktor sosial-ekonomi dan struktur permukiman informal memicu maraknya aktivitas narkoba.

Baca Juga: Sukseskan Depok Literacy Fest 2025, Pemkot dan Katar Targetkan Edukasi Literasi Lewat Seni dan Budaya

Maka langkah pencegahan harus mencakup pelatihan keterampilan.

Seperti usaha mikro warga, dan akses ke ekonomi legal agar warga memiliki alternatif selain terlibat jaringan narkoba.

Inisiatif untuk menjadikan Kampung Bahari sebagai kawasan tangguh terhadap narkoba telah diinisiasi sejak beberapa tahun lalu.

Contoh, rencana posko “Kampung Tangguh Antinarkotika” sebagai wadah edukasi dan pengawasan warga.

Di dalamnya terdapat sosialisasi bahaya narkoba, penciptaan tokoh masyarakat yang aktif menjadi pelopor.

Dan sistem pelaporan cepat jika ada aktivitas mencurigakan.

Pencegahan dimulai dari pendidikan, terutama remaja dan pemuda.

Melalui kegiatan rutin dan deteksi dini seperti tes urine, tercatat puluhan warga Kampung Bahari pernah dinyatakan positif narkoba.

Edukasi berkelanjutan di sekolah, lembaga keagamaan, dan komunitas setempat harus digencarkan.

Baca Juga: Gaji ASN Naik hingga 12 Persen, Pemerintah Siapkan Skema Pensiun Baru Fully Funded

Agar stigma berbicara narkoba tidak menjadi tabuh tetapi ruang terbuka untuk pencegahan.

Penindakan tetap penting sebagai efek jera.

Namun agar pencegahan efektif, sistem intelijen yang tanggap dan masyarakat yang aktif melapor menjadi pilar.

Dengan mempersempit ruang gerak pelaku, maka roda peredaran bisa diputus.

Upaya untuk menjadikan Kampung Bahari sebagai wilayah bebas narkoba bukan tugas satu pihak.

Melainkan sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, dan sektor ekonomi.

Dengan strategi mitigasi yang menyeluruh: koordinasi, pemberdayaan warga, kampung tangguh, edukasi.***

Dan penegakan hukum, harapan menuju kampung yang aman dan produktif bisa diwujudkan.