POJOKSATU.id, JAKARTA—Rumah pelaku peledakan di SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta Utara digeledah polisi, Jumat malam (7/11) di kawasan Cilincing Jakarta Utara.
Rumah pelaku bom di SMAN 72 ini berlokasi di Jalan Mahoni 1, Sukapura, Cilincing. Tim Puslabfor Mabes Polri melakukan penggeledahan dan membawa empat kantong barang bukti di rumah itu.
Bom yang meledak di SMAN 72 Kelapa Gading diduga dirakit pelaku di rumahnya di Cilincing.
Polisi membawa empat kantong barang bukti dari rumah pelaku, salah satunya bertuliskan serbuk.
Baca Juga: Sosok Pelaku Ledakan SMAN 72 Ternyata Siswa Pendiam, Motif Disebut Balas Dendam pada Kawannya
Kesaksian tetangga pelaku, keluarga ini ternyata jarang bersosialisasi, termasuk pelaku inisial MNFH alias F.
Personel Puslabfor yang keluar dari rumah tersebut terlihat membawa barang bukti yang dibungkus dalam kantong, salah satunya bertuliskan serbuk.
Barang bukti tersebut dibawa petugas yang menggunakan mobil hitam jenis Innova.
Ketua RT Danny Rumondor menyebutkan, rumah yang digeledah merupakan tempat usaha makanan yang ditinggali oleh orang tua pelaku serta terduga pelaku.
Baca Juga: Pelaku Peledakan Bom Rakitan di SMAN 72 Ternyata Korban Bully Teman-temannya
Orang tua pelaku bekerja sebagai pegawai di rumah makan atau usaha kuliner tersebut.
"Ini tempat usaha kuliner, sekaligus tempat tinggal. Tempat tinggal dari pekerja, dia (terduga pelaku) merupakan anak dari pekerja di situ," kata Ketua RT.
Dari keterangan ketua RT, orang tua pelaku dan pelaku merupakan warga yang tidak bersosialisasi dengan masyarakat dan cenderung tertutup.
Diduga Ingin Bunuh Diri
Sena, salah satu siswa di SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta menyebutkan bahwa pelaku inisial F mengalami luka-luka karena mencoba bunuh diri.
"Anaknya di Rumah Sakit Islam, dia (mau) bunuh diri," tutur Sena.
Sementara siswa lainny, Dante, menyebut banyak korban luka juga tertusuk paku.
"Kalau 5 teman saya itu semuanya hampir mirip kena di kepala, sisanya 2 kena di tangan dan kaki, kena paku. Ledakannya bom rakitan," kata Dante.
"Awalnya kami pikirnya sound system sama gas LPG ternyata bom rakitan," jelasnya.
Dari foto yang beredar di kalangan wartawan, terlihat sosok pelaku inisial F terkapar di dekat sebuah senjata api laras panjang dan revolver yang ternyata senjata mainan.
Kondisi pelaku sendiri dalam keadaan luka parah, terutama di bagian kepala.
Pelaku diduga ingin balas dendam kepada kawan-kawannya yang diduga membully pelaku selama ini. Pelaku diduga sentimen pada agama tertentu.***




