POJOKSATU.ID - Pernyataan Adies Kadir soal tunjangan rumah Rp50 juta “masih kurang” bukan cuma bikin heboh
tapi juga membuka mata publik tentang betapa mewahnya hidup seorang wakil rakyat.
Sementara rakyat jungkir balik bayar kontrakan, para pejabat di Senayan ternyata masih bisa bilang “kurang”.
Baca Juga: Ramai Pemotongan Tunjangan ASN Daerah, Dari Ngawi hingga Banten, Siapa yang Paling Terdampak?
Gaji Miliaran dalam Setahun
Adies Kadir, Wakil Ketua DPR RI dari Partai Golkar, mengaku anggota DPR tidak mendapat kenaikan gaji.
Tapi jangan salah, data resmi menunjukkan take-home pay anggota DPR tetap fantastis sekitar Rp65,5 juta per bulan, atau lebih dari Rp786 juta per tahun.
Baca Juga: Portal MagangHub Ramai Diakses, Begini Cara Daftar Magang Nasional Kemnaker Batch 2 Tanpa Error
Itu belum termasuk tunjangan jabatan pimpinan seperti Adies Kadir yang mencapai Rp9,7 juta per bulan
Tunjangan kehormatan Rp5,5 juta, serta uang komunikasi dan asisten pribadi.
Gaji pokok anggota DPR hanya Rp4 juta-an, tapi kalau ditambah tunjangan bisa lebih dari Rp70 juta.
Baca Juga: Regulasi Baru P3K 2025! Info Mutasi Wajib dan Tambahan Gaji PPPK
Dengan angka itu, satu bulan gaji Adies setara gaji 30 pegawai negeri golongan III atau kontrakan 25 rumah sederhana di Jakarta.
Tapi entah kenapa, semua itu masih dianggap “kurang”.
Tunjangan Rumah Rp50 Juta Masih Nombok Katanya
Pernyataan ini yang jadi biang kerok. Adies bilang, anggota DPR kini tak lagi dapat rumah dinas, tapi diganti dengan tunjangan rumah sekitar Rp50 juta per bulan.
Menurutnya, jumlah itu “masih nombok”. “Tunjangan rumah DPR itu Rp50 juta".
"Kalau sewa rumah di sekitar Senayan bisa Rp3 juta per hari, berarti Rp78 juta per bulan. Jadi mereka masih nombok,” ujar Adies di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Kalkulasi yang ia sebut membuat publik geleng kepala.
Sewa Rp3 juta per hari untuk rumah ukuran 4×6 meter di Jakarta?
Baca Juga: Ramai Pemotongan Tunjangan ASN Daerah, Dari Ngawi hingga Banten, Siapa yang Paling Terdampak?
Netizen langsung bereaksi mengatakan Itu bukan kos, justru hotel bintang lima.
Komentar ini jadi viral di media sosial, memunculkan tagar TunjanganKurang50Juta.
Fasilitas Dari Mobil, Listrik, Hingga Telepon
Baca Juga: Regulasi Baru P3K 2025! Info Mutasi Wajib dan Tambahan Gaji PPPK
Selain gaji dan tunjangan rumah, anggota DPR termasuk Adies masih menikmati fasilitas yang bikin rakyat biasa cuma bisa mimpi.
Berikut Listnya:
1. Tunjangan komunikasi Rp15,5 juta/bulan.
Baca Juga: Rakyat Disanksi Pajak, DPR Cuma Diskorsing 6 Bulan, Di Mana Keadilan Parlemen Kita?
2. Bantuan listrik & telepon Rp7,7 juta/bulan.
3. Asisten pribadi Rp2,2 juta/bulan.
4. Uang sidang/paket Rp2 juta/bulan.
5. Fasilitas kendaraan dinas & bensin bulanan.
Dengan semua itu, total nilai fasilitas dan tunjangan DPR bisa menembus Rp80–90 juta per bulan.
Sementara UMR Jakarta per 2025 hanya sekitar Rp5,4 juta. Artinya, satu bulan gaji Adies setara 16 kali lipat gaji buruh pabrik.
Baca Juga: Pekerja Swasta di Jakarta Bisa Nikmati Transportasi Umum Gratis, Begini Cara Dapat KPJ dan KLG
Publik Geram, Tapi Tak Ada Sanksi serta dinyatakan tidak bersalah
Setelah gelombang kritik dan demo pada Agustus 2025, Partai Golkar menonaktifkan Adies Kadir dari fraksi.
Tapi Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) justru memutuskan bahwa Adies tidak bersalah dan tidak melanggar kode etik.
Baca Juga: Tampil Proporsional, Intip Tips Memilih Baju Berdasarkan Panjang Leher Kamu!
Ia pun kembali duduk manis di kursi Wakil Ketua DPR.
“MKD memutuskan tidak ada pelanggaran etik yang dilakukan. Adies Kadir bisa kembali aktif,”
Publik menilai, keputusan itu semakin memperlihatkan jarak moral antara rakyat dan pejabat.
Yang bicara salah, disorot publik, tapi akhirnya tetap aman.
Di negeri yang masih bergulat dengan harga beras, listrik, dan biaya hidup, mendengar pejabat bicara.
“tunjangan Rp50 juta masih kurang” terasa seperti lelucon pahit.
Baca Juga: Ramai Pemotongan Tunjangan ASN Daerah, Dari Ngawi hingga Banten, Siapa yang Paling Terdampak?
Kenyataannya, hidup sebagai anggota DPR apalagi pimpinan seperti Adies Kadir memang
setinggi langit, tapi empatinya sering serendah tanah.***




