POJOKSATU.ID - Tak banyak pejabat yang berani bicara sejujur ini.
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan yang baru menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Secara terbuka mengaku kaget dengan luasnya kekuasaan yang dipegang seorang Menkeu.
Purbaya mengatakan baru tahu saya, jabatan Menkeu itu berkuasa sekali.
Baca Juga: RSU Tangsel Rayakan HUT Arsada ke-25 dengan Aksi Donor Darah Serentak
"Kalau Danantara atau lembaga lain macam-macam, bisa saya tertibkan,” ujar Purbaya, dikutip dari Kompas.com Senin 3 November 2025.
Pernyataan blak-blakan itu ia sampaikan saat menghadiri diskusi kebijakan fiskal di Jakarta.
Ucapan itu kontan jadi perbincangan publik, bukan karena nada sombong.
Tapi karena menggambarkan realitas politik anggaran yang selama ini jarang diucapkan terus terang.
Baca Juga: Kebijakan Zero Growth ASN, Peluang CPNS Makin Sempit, Pelamar Harus Punya Strategi Baru
Purbaya bukan nama baru di dunia ekonomi. Sebelum duduk di kursi panas Kementerian Keuangan.
Ia menjabat sebagai Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Di sana, Purbaya dikenal teknokratis dan berhati-hati.
Namun begitu masuk Kemenkeu, nada bicaranya berubah lebih tegas dan lugas.
Purbaya mengatakan saya pikir kerja Menkeu cuma urus APBN dan pajak.
"Tapi ternyata bisa ngatur banyak hal, dari arus uang negara sampai pengawasan investasi,” ujarnya, dikutip CNBC Indonesia, Senin 3 November 2025.
Pernyataan Purbaya soal Badan Pengelola Investasi Danantara sempat mencuri perhatian publik.
Ucapannya yang bernada santai namun sarat makna itu memicu berbagai tafsir politik.
Terutama ketika ia menyinggung potensi pengawasan ketat terhadap lembaga tersebut.
Baca Juga: 5 Kuliner Legendaris di Bogor yang Selalu Bikin Kangen Rasanya Nggak Pernah Gagal!
Gurauan yang disampaikannya di hadapan audiens justru dianggap mencerminkan pesan serius.
Bahwa pemerintah tidak akan segan mengambil tindakan tegas.
Jika ada lembaga pengelola investasi negara yang keluar dari prinsip profesionalitas dan akuntabilitas.
Isu ini muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap transparansi pengelolaan dana investasi negara.
Baca Juga: 66 Anak di Tangsel Mengalami Campak Rubela
Danantara diketahui memegang kendali atas dana dalam jumlah sangat besar.
Namun sebagian kalangan menilai pengawasan publik terhadap lembaga tersebut masih terbatas.
Karena itu, langkah Purbaya untuk memperkuat sistem pengawasan keuangan negara dinilai sebagai upaya penting.
Dalam memastikan setiap rupiah uang rakyat dikelola secara bertanggung jawab dan terbuka.
Ia menegaskan bahwa seluruh lembaga keuangan pemerintah wajib tunduk pada prinsip transparansi dan tidak boleh kebal terhadap mekanisme kontrol.
Di luar konteks gurauannya, apa yang disampaikan Purbaya sebenarnya menyingkap realitas besar di balik jabatan Menteri Keuangan.
Posisi ini bukan sekadar pengelola kas negara, melainkan pemegang kendali utama atas arah kebijakan fiskal nasional.
Dalam sistem pemerintahan Indonesia, seorang Menteri Keuangan memiliki pengaruh strategis dalam mengatur aliran dana dari pusat ke daerah.
Menentukan belanja kementerian, mengawasi pembiayaan BUMN, hingga memutuskan strategi investasi negara.
Baca Juga: Tenaga Honorer di Ujung Jalan, PPPK Jadi Satu-satunya Harapan Setelah CPNS Dibatasi
Kekuasaan fiskal yang begitu besar membuat jabatan ini sering disebut sebagai posisi paling penting setelah presiden.
Banyak keputusan politik, ekonomi, dan bahkan sosial bergantung pada kebijakan yang diambil dari kantor Kementerian Keuangan.
Karena itu, setiap langkah dan pernyataan pejabat di posisi ini selalu dibaca dengan kacamata politik dan ekonomi sekaligus.
Di satu sisi, kekuatan fiskal dapat menjadi instrumen pembangunan dan pemerataan.
Baca Juga: Penjarahan ke Syukuran, Ahmad Sahroni Bangkit Lagi “Saya Bersyukur Masih Bisa Hidup”
Namun di sisi lain, jika disalahgunakan atau tidak dikelola dengan transparan.
Potensi penyimpangannya bisa menimbulkan krisis kepercayaan publik dan bahkan mengguncang stabilitas ekonomi nasional.
Tugas Purbaya tidak mudah.
Ia harus menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal, pertumbuhan ekonomi, dan keadilan sosial di tengah tantangan global.
Harga energi, stabilitas rupiah, dan kebutuhan subsidi rakyat akan jadi ujian awalnya.
Di tangan Menkeu baru ini, publik berharap muncul warna baru.
Dalam kebijakan ekonomi, tegas, transparan, tapi tetap berpihak pada rakyat.
Banyak pihak menilai gaya bicara Purbaya yang jujur justru segar di tengah suasana birokrasi yang sering penuh basa-basi.
Kini bola ada di tangan Purbaya.
Baca Juga: LBH Buana Caruban Nagari Ajukan Gugatan Ke PN Kota Cirebon Soal Dana Hibah Kejari
Kekuasaan besar yang ia akui sendiri, akan diuji.
Apakah bisa digunakan untuk memperkuat ekonomi rakyat?
Atau justru menambah daftar panjang pejabat yang tergoda kuasa uang negara.***




