POJOKSATU.id, JAKARTA—Mantan anggota DPR RI Akbar Faizal menyoroti kisruh kereta cepat Whoosh yang sedang menjadi pembicaraan publik saat ini.
Menurut mantan politisi Nasdem ini, kerugian Whoosh semakin membesar. Dan seharusnya saat momen seperti ini, KPK atau Kejagung seharusnya mulai bekerja di kasus ini.
Pemilik You Tube Akbar Faizal Uncencored ini juga menduga jawaban atas kasus ini sedang disiapkan seseorang.
“Narasi ‘tak ada kereta api cepat di negara manapun yang untung, semuanya rugi’ sepertinya telah dan sedang disiapkan sebaga jawaban atas kerugian Whoosh yang semakin membesar,” kata Akbar di akun X miliknya @akbarfaizal68 seperti dilihat Minggu (19/10/2025).
Baca Juga: Siaga 98 Minta Kereta Cepat Whoosh Diaudit Independen, Sebaiknya KPK Lakukan Penyelidikan
Menurut analisanya, bahwa sejak awal pula ada potensi skenario markup pembiayaan dalam proyek ini.
“Pada saat seperti inilah sebenarnya mekanisme hukum seharusnya mulai bekerja. @KejaksaanRI @KPK_RI@prabowo,” katanya meminta KPK dan Kejagung mulai bekerja dalam kasus ini.
Sementara itu, tokoh NU Islah Bahrawi juga ikut mengomentari kereta cepat Whoosh melalui akun X miliknya.
Menurutnya, potensi kerugian negara dalam proyek ini sudah jelas. KPK juga diminta tak usah menunggu laporan pengaduan dari masyarakat.
Baca Juga: Utang Whoosh
“Gimana sih? Kronologi peristiwanya jelas. Dari Jepang yang biaya dan bunganya kecil, tiba-tiba dipindah tanpa tender ke China dengan bunga lebih tinggi dan "cost overrun" yang bengkak,” kata Islah di akun X miliknya @islah_bahrawi.
“Potensi kerugian negaranya sudah jelas ada. Lidik tinggal lidik aja tidak usah nunggu pengaduan,” kata dia lagi.
Sementara mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, juga menanggapi kasus ini dengan mengomentari pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.
“Hahaha, ada yang mulai buang badan,” tulis Said Didu lewat akun media sosial pribadinya, menanggapi pernyataan Luhut.
Baca Juga: Langkah Menkeu Purbaya Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh Diapresiasi Simpul Aktivis 98
Sebelumnya, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan secara blak-blakan mengakui bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh sudah bermasalah sejak awal pelaksanaannya
Dalam pernyataannya yang disampaikan di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2025, Luhut menggambarkan kondisi proyek yang ia warisi itu sebagai sesuatu yang sudah “busuk” dan harus segera diselamatkan melalui audit menyeluruh.
“Saya yang dari awal mengerjakan itu, karena saya nerima sudah busuk itu barang. Lalu kita coba perbaiki, kita audit, BPKP ikut, kemudian kita berunding dengan China,” kata Luhut Binsar Pandjaitan.***




