POJOKSATU.ID - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, setelah bangunan salah satu gedung pesantren yang masih dalam tahap pembangunan ambruk pada Senin (29/9/2025) sore.

Saat peristiwa terjadi, ratusan santri sedang melaksanakan Salat Ashar berjemaah.

Hingga Rabu malam (1/10/2025), Tim SAR gabungan mencatat sebanyak 108 korban telah berhasil dievakuasi.

Baca Juga: Astra Honda Berbagi Ilmu, Bekali Siswa SMK Bekasi Hadapi Dunia Kerja

Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dunia, sementara sisanya selamat meski mengalami luka ringan hingga berat. Namun, Basarnas memperkirakan masih ada puluhan santri yang terjebak di bawah reruntuhan beton.

Proses Evakuasi Hari Ketiga
Direktur Operasi Basarnas RI, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menjelaskan bahwa pada hari ketiga pencarian, tujuh korban kembali berhasil dievakuasi.

Lima korban selamat, sedangkan dua lainnya ditemukan meninggal dunia.

Baca Juga: Dinas PUTR Kabupaten Cirebon Tegaskan Proses PBG Bisa Selesai dalam Dua Hari

“Salah satu korban ditemukan dalam posisi bersujud di sektor A1. Ada pula korban selamat yang mengalami fraktur sehingga perlu penanganan medis intensif,” ujar Bramantyo di Posko SAR Gabungan, Rabu (1/10/2025).

Para korban luka saat ini dirujuk ke RSUD RT Notopuro dan RS Siti Hajar Sidoarjo. Sementara korban meninggal masih dalam proses identifikasi tim DVI.

Cerita Haru di Balik Reruntuhan
Di balik tragedi ini, muncul kisah haru dari keluarga korban. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang berkunjung ke rumah duka, mengungkapkan cerita seorang kakak yang berusaha menyelamatkan adiknya saat bangunan runtuh.

Baca Juga: TMT PPPK Paruh Waktu 2025 Masih Simpang Siur, Pelantikan Diperkirakan Oktober–November

“Kakaknya berhasil menolong adiknya keluar, tapi sayangnya adiknya menjadi salah satu korban tewas. Kakaknya sendiri sempat dirawat di RSUD dr. Soewandhie dan kini sudah dipulangkan,” kata Eri, Rabu (10/9/2025).

Eri juga meminta doa masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar, mengingat masih ada santri asal Surabaya yang belum ditemukan.

Fokus Pencarian Masih Berlanjut
Tim SAR Gabungan kini menambah sektor pencarian, khususnya di area A4 sisi kanan depan reruntuhan beton. Proses evakuasi terus dilakukan siang dan malam, dibantu alat berat dan anjing pelacak.

Baca Juga: Bupati Purwakarta Om Zein Minta Pj Sekda Fokus Susun Anggaran 2026 dengan Skala Prioritas

Tragedi ini menyoroti aspek keselamatan pembangunan gedung pendidikan yang harus lebih diperhatikan, terutama di pondok pesantren yang menampung ribuan santri.

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov

Investigasi mengenai penyebab runtuhnya bangunan masih dalam proses oleh kepolisian dan pemerintah daerah. ***