POJOKSATU.ID – Belakangan, kasus penganiayaan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Sanenrejo 02, Tempurejo, Jember, Jawa Timur kian ramai disorot publik.
Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai Muhammad Khobir (55) selaku Kepsek SDN Sanenrejo 02 disinyalir aniaya tiga muridnya.
Oleh karena itu, Muhammad Khobir dikenakan sanksi dengan dimutasi jabatannya oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Jember.
Menyikapi insiden tersebut, pihak SDN Sanenrejo 02 berjanji akan bantu pulihkan trauma para korban agar kembali ke sekolah.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media radarsurabaya.jawapos.com pada Minggu (28/9/2025).
Dalam unggahannya, janji itu disampaikan langsung oleh Wali kelas II SDN Sanenrejo, Eny Indah Puji Astutik.
Baca Juga: Tradisi Hajat Bumi di Plawad Karawang Timur, Warga Kompak Lestarikan Budaya
“Kami kondisikan agar anak-anak tetap nyaman belajar,” terang Eny dalam laporan artikel.
Perlu diketahui, kasus ini berawal dari para murid yang hendak melangsungkan ujian pada Jumat (26/9/2025).
Yang mana, pengawas pelaksanaan ujian saat itu diketahui merupakan seorang guru agama perempuan.
Namun, saat ujian hendak dilangsungkan, para murid justru sulit diatur hingga menyebabkan suasana kelas kurang kondusif.
“Pada saat pelajaran agama itu gurunya merasa para murid tidak bisa dikendalikan dan ramai di kelas,” terangnya.
Menyikapi hal tersebut, guru agama yang seharusnya menjalankan prosedur sebagai tenaga pendidik sontak keluar dari ruangan kelas.
Sebab, berdasarkan informasi beredar, dirinya terlalu letih untuk mengamankan situasi dan kondisi murid saat itu.
Tidak lama setelah keluar dari ruangan, para murid perempuan langsung membujuk gurunya untuk kembali ke kelas.
Namun, sang guru justru tidak mau dan meminta para murid laki-laki yang menyebabkan keributan terlebih dahulu untuk minta maaf kepada dirinya.
Baca Juga: Bapak Ibu Guru, Begini Cara Membuat Modul Ajar dengan Gemini AI
Menyikapi hal tersebut, para murid yang diminta untuk menyampaikan permohonan maaf sontak menolak permintaan gurunya.
Hingga akhirnya, kabar tersebut terdengar di telinga Kepsek SDN Sanenrejo 02 yang langsung mengambil langkah tegas.
Tanpa berpikir panjang, Khobir bergegas ke ruang kelas dan langsung melakukan penganiayaan terhadap tiga murid laki-laki.
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Versi Android/ Versi iOS
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov
Silahkan baca artikel dengan nuansa serupa dari penulis: Muhammad Zafran
Demikianlah perkembangan kasus Kepsek SDN Sanenrejo 02 yang tega aniaya tiga muridnya di sekolah. ***



