POJOKSATU.ID – Kasus penganiayaan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Sanenrejo 02, Tempurejo, Jember, Jawa Timur belum lama ini ramai jadi sorotan publik.

Sebab, orang tua siswa yang anaknya jadi korban penganiayaan tidak terima pelaku hanya dikenakan sanski mutasi jabatan.

Seperti diketahui, Muhammad Khobir (55) selaku Kepsek SDN Sanenrejo 02 terbukti aniaya tiga murid hingga babak belur.

Baca Juga: Kumpulan Prompt AI Veo 3 Bahasa Indonesia, Bikin Video Realistis Hanya dengan Instruksi Teks, Dari Berkemah dengan Api Unggun Hingga Ketemu Dinosaurus

Oleh karena itu, orang tua siswa yang tidak terima pelaku hanya dimutasi sontak mengambil jalur hukum dengan laporkan Muhammad Khobir ke polisi.

Sebagaimana dilansir Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Rio Zakaria Abdillah.

Dalam unggahannya, Kapolsek Tempurejo, AKP Heri Supadmo turut mengonfirmasi adanya laporan dari orang tua murid.

Baca Juga: Sosok Kepsek SDN Sanenrejo 02 yang Aniaya Tiga Siswa Hingga Babak Belur Ternyata Punya Skandal Memalukan

“Hari ini rencana kami lakukan pemberkasan dan memintai keterangan para saksi dan wali murid,” jelasnya.

“Terkait adanya dugaan kekerasan kepada anak didik SDN Sanenrejo 2 sudah kami tugaskan Bidang SD untuk cek kebenaran dan konfirmasi ke sekolah maupun korban,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Heri juga menyampaikan kronologi kejadian detik-detik Khobir melakukan tindak pidana dengan aniaya tiga muridnya.

Baca Juga: Bapak Ibu Guru, Begini Cara Membuat Modul Ajar dengan Gemini AI

Diketahui, kasus ini berawal dari para murid yang hendak melangsungkan ujian pada Jumat (26/9/2025).

Yang mana, pengawas pelaksanaan ujian saat itu diketahui merupakan seorang guru agama perempuan.

Namun, saat ujian hendak dilangsungkan, para murid justru sulit diatur hingga menyebabkan suasana kelas kurang kondusif.

Baca Juga: Kepsek SDN Sanenrejo 02 di Jember Dimutasi Buntut Aniaya Tiga Murid, Orang Tua Siswa Ingin Sanksi Lebih

“Pada saat pelajaran agama itu gurunya merasa para murid tidak bisa dikendalikan dan ramai di kelas,” terangnya.

Menyikapi hal tersebut, guru agama yang seharusnya menjalankan prosedur sebagai tenaga pendidik sontak keluar dari ruangan kelas.

Sebab, berdasarkan informasi beredar, dirinya terlalu letih untuk mengamankan situasi dan kondisi murid saat itu.

Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Berikan Penghargaan Kepada Ahli Waris Pencipta Lagu Kota Cirebon

Tidak lama setelah keluar dari ruangan, para murid perempuan langsung membujuk gurunya untuk kembali ke kelas.

Namun, sang guru justru tidak mau dan meminta para murid laki-laki yang menyebabkan keributan terlebih dahulu untuk minta maaf kepada dirinya.

Menyikapi hal tersebut, para murid yang diminta untuk menyampaikan permohonan maaf sontak menolak permintaan gurunya.

Baca Juga: Bulan Depan, Oppo Pad 5 Siap Menggebrak Pasar Tablet dengan Performa dan Fitur Terkini, Pilihan Warna Elegan dan Moderen

Hingga akhirnya, kabar tersebut terdengar di telinga Kepsek SDN Sanenrejo 02 yang langsung mengambil langkah tegas.

Tanpa berpikir panjang, Khobir bergegas ke ruang kelas dan langsung melakukan penganiayaan terhadap tiga murid laki-laki.

“Mengetahui hal itu, kepala sekolah keluar dari ruang guru dan masuk ke kelas V,” jelas Heri dalam laporan.

Baca Juga: Strategi Keuangan Cerdas untuk Freelancer! Biar Dompet Aman Walau Pekerjaan Tak Menentu

“Hingga kemudian terjadi penganiayaan, dua siswa ditendang kakinya oleh pelaku, dan satu siswa ditempeleng bagian pipinya,” lanjutnya.

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov

Silahkan baca artikel dengan nuansa serupa dari penulis: Muhammad Zafran

Demikianlah perkembangan kasus penganiayaan Kepsek SDN Sanenrejo 02 sebabkan tiga muridnya babak belur. ***