POJOKSATU.id, MENJADI pekerja lepas atau freelancer memang memberikan kebebasan dalam menentukan waktu dan proyek, tetapi di sisi lain ada tantangan besar dalam mengatur keuangan.

Pendapatan freelancer yang tidak menentu sering kali bikin sulit menjaga kestabilan finansial. Oleh karena itu, penting bagi freelancer punya strategi cerdas dalam mengatur gaji mereka sendiri.

Pertama, biasakan memisahkan rekening khusus untuk pekerjaan dan kebutuhan pribadi.

Baca Juga: Palestina Kecam Pidato Netanyahu di PBB, Disebut Penuh Kebohongan dan Kepalsuan

Dengan begitu, aliran uang bisa lebih jelas terlacak. Dari situ, hitung rata-rata penghasilan bulanan dalam enam hingga dua belas bulan terakhir.

Angka tersebut bisa jadi patokan untuk menentukan besaran “gaji tetap” yang ditransfer rutin ke rekening pribadi.

Selain itu, jangan lupakan kewajiban pajak. Freelancer juga wajib menyisihkan sebagian penghasilan untuk membayar pajak, idealnya sekira lima hingga sepuluh persen. Langkah ini mencegah repot saat jatuh tempo pembayaran.

Baca Juga: Foton Gandeng Kalista Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia

Dana darurat juga penting dibangun, minimal tiga hingga enam bulan dari kebutuhan bulanan.

Dana ini akan sangat membantu ketika jumlah proyek menurun.

Sementara itu, untuk menjaga keseimbangan, bisa diterapkan metode 50/30/20.

Lima puluh persen untuk kebutuhan pokok, tiga puluh persen untuk hiburan atau keinginan, dan dua puluh persen untuk tabungan serta investasi.

Baca Juga: Negeri Maupun Swasta, Wamendikdasmen Sebut Semua Sekolah Dapat Layar Pintar, Guru Terbaik Bakal Dipilih untuk Siaran Digital

Agar lebih tertib, manfaatkan aplikasi keuangan untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran harian.

Lalu, mulai bangun portofolio investasi sederhana, seperti reksa dana pasar uang atau deposito, demi menjaga nilai penghasilan dalam jangka panjang.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Bantu tulis tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya.

Dengan langkah-langkah ini, pekerja lepas atau freelancer bisa tetap stabil secara finansial meski penghasilan datang tidak menentu.***