POJOKSATU.ID – Belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan kasus penganiayaan guru SMAN 1 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Yang mana, pelaku dalam kasus tindak kekerasan itu tidak lain merupakan seorang siswi berinisial RN.
Seperti diketahui, RLM selaku guru yang menjadi korban mengaku ditendang oleh muridnya sendiri saat sedang berada di dalam kelas.
Tidak hanya ditendang, guru SMAN 1 Kupang itu dikabarkan juga diancam dipenjarakan oleh orang tua murid tersebut.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Pilipus Bangngu.
Dalam unggahannya, RLM menyampaikan dengan jelas ancaman yang diterimanya oleh orang tua RN.
Yang mana, ancaman itu disampaikan orang tua siswi tersebut imbas beredar kabar bahwa pelaku hendak dikeluarkan dari sekolah.
“Orang tua melakukan pengancaman kepada saya, dia bilang begini ‘kalau anak saya keluar, ibu siap dipenjarakan’ sambil tunjuk begitu,” jelas RLM.
Lebih lanjut, inisiden ini bermula saat guru SMAN 1 Kupang tersebut masuk ke dalam kelas untuk memulai pelajaran pada Jumat (12/9/2025).
Baca Juga: Alasan Tak Layak, Komisi III DPR Desak Polisi Tak Lakukan Pengawalan ke Semua Artis
Namun, saat pelajaran mau dilangsungkan, FN disebut sudah menunjukkan tingkah laku yang kurang baik.
“Awal saya masuk, siswa tersebut sudah menunjukkan sikap tidak menghargainya kepada saya,” jelasnya.
Diketahui, sikap yang ditunjukkan siswi tersebut tidak lain dengan sibuk berdandan di saat teman-temannya memberikan salam kepada korban.
Baca Juga: Cara Aman Menderek Mobil Listrik, Roda Jangan Menyentuh Tanah, Perhatikan Posisi Motor Listrik
Oleh karena itu, RLM yang mengetahui hal tersebut sontak memanggil pelaku untuk dimintai penjelasan.
Tidak hanya itu, guru SMAN 1 Kupang yang jadi korban juga meminta alat rias pelaku untuk dilaporkan ke Bimbingan Konseling (BK).
“Anak-anak semua memberikan salam ketika saya masuk, terus saya melihat-lihat (pelaku) bermake up, itu sisir rambut apa segala macam bercermin,” terangnya.
Baca Juga: Jangan Biarkan Air Hujan Mengering di Mobil, Ini Bahayanya
“Itu saya menegur dia untuk membawa barang perlengkapan make up-nya ke depan, untuk saya foto diberikan kepada guru BP,” lanjutnya.
Tidak sampai di situ, siswi SMAN 1 Kupang itu kembali membuat onar dengan tidak memperhatikan pembelajaran.
Bukan tanpa sebab, hal itu dilakukannya lantaran sibuk mengerjakan tugas pelajaran lain bersama teman-temannya.
Baca Juga: Orang Penting
“Masuk ke materi itu, dia bertingkah lagi, sementara saya menjelaskan, dia sedang mengerjakan pekerjaan yang lain,” jelasnya.
Mengetahui hal tersebut, RLM sontak mengambil langkah tegas kepada pelaku agar tidak mengulangi tindakan serupa.
Di mana, guru SMAN 1 Kupang tersebut mengaku merobek kertas tugas yang sedang dikerjakan siswinya di dalam kelas.
Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Baterai Mobil Listrik BYD agar Tetap Prima
Menyikapi hal tersebut, pelaku sontak menujukkan gelagat tidak menyenangkan imbas tugasnya dirobek.
“Saya sudah jalan, saya pergi periksa ternyata benar, maka saya bilang minta maaf, kita sudah ada kesepakatan kelas,” terangnya.
“Saya robek, termasuk yang punyanya FN (pelaku). Terus dia bereaksi seperti tidak menerima,” lanjutnya.
Baca Juga: Hyundai Motor Company, memaparkan peta jalan pertumbuhan global di ajang CEO Investor Day 2025.
Lagi-lagi, kasus tidak hanya sampai di situ, FN disebut kembali bikin ulah di dalam kelas saat korban sedang mengajar.
Oleh karena itu, RLM yang sudah habis kesabarannya sontak menyuruh pelaku untuk keluar dari kelas.
Sebelum menyuruh keluar, guru SMAN 1 Kupang itu sempat menegur pelaku dengan mendorong pipinya.
Baca Juga: BYD Seal 6 EV Siap Meluncur di Malaysia, Indonesia Menyusul?
Sebab, setelah insiden robek kertas, FN dan teman-temannya tiba-tiba menertawakan korban dengan riang.
Padahal, tidak ada insiden lucu saat RLM mengajar di depan sejumlah muridnya, termasuk pelaku.
Namun, FN yang wajahnya disentuh oleh korban tiba-tiba bertindak arogan dengan cara melakukan tendangan.
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Versi Android/ Versi iOS
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov
Silahkan baca artikel dengan nuansa serupa dari penulis: Muhammad Zafran
Demikianlah perkembangan kasus guru SMAN 1 Kupang yang ditendang siswinya sendiri saat jam pelajaran di kelas. ***



