POJOKSATU.id, LOMBOK—Kasus kematian Brigadir Esco Faska Rely anggota Intel Polsek Sekotong semakin menemui titik terang usai penetapan istrinya sebagai tersangka.
Polwan Briptu Rizka anggota Polres Lombok Barat tega menghabisi suaminya sendiri yang telah memberinya dua anak itu diduga karena kehadiran pria lain atau orang ketiga.
Namun kepastian motif ini masih diselidiki oleh penyidik Ditreskrimum Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). Polisi juga masih menyelidiki adanya tersangka lain dalam kasus ini.
Baca Juga: Buntut Kasus Brigadir Esco Dibunuh Istri Briptu Rizka Sintiyani, Diduga Gegara Selingkuh?
Dilansir dari video Liputan6, Selasa (23/9), polisi menemukan bercak darah korban di rumah korban dan darah ini cocok dengan bercak darah yang ada di pakaian korban saat ditemukan tewas di TKP.
Disebutkan dalam narasi video, motif pembunuhan diduga karena ada orang ketiga dan polisi juga masih mendalami adanya tersangka lain dalam kasus pembunuhan ini.
“Sudah beberapa saksi diperiksa ya. Sekali lagi mohon doanya. Teman teman penyidik dari Polres Lombok Barat yang diback up Dirreskrimum, bisa mempercepat proses penyidikannya,” kata Wadir Reskrimum Polda NTB AKBP Ni Made Pujawati.
Baca Juga: Sebelum Ditemukan Tewas Dibunuh Istri, Brigadir Esco Sempat Keluhkan Sakit ke Keluarga
Sebelumnya, Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Muhamad Kholid, menerangkan bahwa hasil gelar perkara penyidik menetapkan istri korban sebagai tersangka.
Sejak awal hilangnya Brigadir Esco pada 19 Agustus 2025, publik memperhatikan sikap Briptu Rizka yang dinilai janggal.
Sebagai seorang polisi, ia tidak melaporkan hilangnya suaminya, yang membuat banyak pihak mempertanyakan alasan di balik keengganannya untuk melaporkan kejadian tersebut.
Kondisi ini semakin menambah kecurigaan publik ketika korban ditemukan tewas, dan gelagat Briptu Rizka dalam menghadiri prosesi pemakaman dan tahlilan dinilai aneh.
Ia hanya hadir di acara pemakaman, sementara pada tahlilan, dirinya tidak tampak sama sekali.
Kematian Brigadir Esco tersebut memunculkan banyak pertanyaan, terutama terkait motif di balik dugaan pembunuhan yang kini menjerat sang Polwan tersebut.
Kasus pembunuhan yang melibatkan Briptu Rizka Sintiyani masih menjadi sorotan publik setelah suaminya, Brigadir Esco Faska Relly, ditemukan tewas pada 24 Agustus 2025.
Anggota Polwan Polres Lombok Barat itu sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan suaminya yang merupakan anggota Intel Polsek Sekotong.***




