POJOKSATU.ID – Inilah tampang Aiptu Rajamuddin, oknum polisi Polres Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Seperti diketahui, nama Aiptu Rajamuddin belum lama ini tengah ramai jadi perbincangan di media sosial.
Bukan tanpa sebab, hal ini dikarenakan usai dirinya dituding membiarkan anaknya MF (18), siswa SMAN 1 Sinjai aniaya guru di ruang Bimbingan Konseling (BK).
Baca Juga: Waspada! Penerima Bansos yang Terlibat Judi Online Akan Langsung Dicoret
Yang mana, korban dari aksi kekerasan itu menyasar ke seorang guru sekaligus Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMAN 1 Sinjai, Mauluddin.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik WongKito pada Kamis (18/9/2025).
Dalam unggahannya, publik tampak ramai memberikan tanggapan terkait aksi amoral anak dan ayah polisi tersebut.
Baca Juga: Anggaran Rp13,2 Triliun Khusus Guru Non ASN Dialokasikan Untuk Apa Aja?
“Ortunya polisi, tp gak ada otak, anaknya gak ada akhlak, proses sesuai hukum masuk kategori penganiayaan,” cuit @Dev$#!.
“Mau disilaturahmi sama masyarakat rumahnya pak polisi ini, sekarang itu jangan main2 pak polisi viral dikit ancur,” ketik @Ris$#!.
“Orang tua juga harus di periksa karena pembiaran terhadap anaknya memukuli guru,” cuitan akun @Nup$#!.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Sinjai Muh Suardi turut mengonfirmasi aksi kekerasan tersebut.
Menurut Suardi, kasus ini bermula ketika Mauluddin mendapati MF sedang tidak berada di kelas meski sudah masuk jam pembelajaran pada Selasa (16/9/2025).
Diketahui, aksi bolosnya itu disinyalir tidak hanya sekali terjadi, melainkan sudah berulang-ulang kali.
Baca Juga: Pemerintah Alokasikan Rp70 Triliun untuk Tunjangan Guru ASN, Pencairan Langsung ke Rekening!
“Ini anak sebenarnya sering didapati tasnya ada di kelas, orangnya tidak ada saat belajar,” jelas Suardi.
“Sehingga Wakasek melakukan penertiban dengan keliling ke kelas-kelas dan saat itu didapat ada tasnya itu siswa, tetapi orangnya tidak ada,” lanjutnya.
“Nanti ketika pulang sekolah baru datang ambil tasnya. Kita tidak tahu ini anak ke mana, dan ini sudah sering didapati,” imbuhnya.
Baca Juga: Lulusan Teknik Sipil, Afriansyah Noor Resmi Jadi Wamenaker Gantikan Noel
Resah dengan sikap MF, Mauluddin akhirnya mengarahkan muridnya itu ke ruang BK guna menjalani pembinaan.
Tidak lain, hal tersebut dilakukan agar adanya pembenahan karakter dari murid SMAN 1 Sinjai tersebut.
Diketahui, MF tidak hanya hadir seorang diri, melainkan ayahnya yang seorang polisi juga ikut diminta untuk datang ke ruang BK.
Baca Juga: Lulusan Teknik Sipil, Afriansyah Noor Resmi Jadi Wamenaker Gantikan Noel
Namun, hal mengenaskan justru terjadi saat oknum polisi itu tiba di tempat dan meminta Mauluddin juga ikut hadir.
Sebab, Wakasek SMAN 1 Sinjai yang mengindahkan permintaan orang tua pelaku langsung jadi sasaran kekerasan muridnya.
Yang mana, dirinya dianiaya dari arah belakang dan disaksikan langsung oleh orang tua murid tersebut.
“Pada saat duduk di ruang BK, ini orang tua siswa meminta dipanggilkan Wakasek Kesiswaan yang namanya Pak Maul itu. Pak Mauluddin," jelas Suardi.
"Ketika Pak Mauluddin masuk di ruangan BK, langsung ini anak melompati dari belakang dan dia pukul dari belakang,” lanjutnya.
Berdasarkan perkembangan terkini, murid yang bertindak amoral itu dikabarkan telah dikeluarkan dari sekolah.
Baca Juga: Pekerjaannya Berisiko Tinggi, Segini Gaji dan Tunjangan Petugas Pemadam Kebakaran
Yang mana, hal tersebut ditetapkan atas dasar kesepakatan dewan guru usai rekannya jadi korban penganiayaan.
“Siswa kan setelah itu, jam habis Zuhur, jam 1 kita langsung rapat di dewan guru,” jelasnya dalam unggahan.
“Diputuskan itu, tidak ada guru yang mau menerima ini anak. Jadi dikeluarkan,” lanjut Kepsek SMAN 1 Sinjai. ***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Versi Android/ Versi iOS
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov



