POJOKSATU.ID - Baru menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa sudah dituntut mundur oleh publik.
Presenter kondang sekaligus mantan anggota DPR RI, Tantowi Yahya turut menanggapi pernyataan publik tersebut.
Dalam unggahan Instagram pribadinya, Tantowi menyebut belum ada yang seperti Purbaya yang belum genap 24 jam menjabat sudah diminta turun dari jabatan.
Baca Juga: Tak Bisa Ditunda, 900 Formasi Guru Masuk Usulan CPNS 2026
“Bukan karena kinerjanya tapi karena ucapan dan gaya bicaranya, Purbaya sebagai Menkeu baru habis dirujak publik,” tulis Tantowi di caption unggahan Instagram pribadinya pada Kamis (11/9/2025).
Tantowi menambahkan, meski telah meminta maaf dan menyebut bahwa dirinya memiliki gaya ‘koboi,’ Purbaya tetap menunjukkan cara bicara yang sama ketika rapat kerja bersama DPR.
“Raker pertamanya dengan Komisi XI DPR RI tanggal 10 September 2025 ternyata mempertegas siapa dirinya. Purbaya kembali bicara apa adanya, tanpa basa-basi dan rasa takut karena tahu betul apa yang harus dia lakukan sebagai menteri keuangan, jabatan teramat ‘sakral’ di negeri ini,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Presenter acara populer Who Wants to be A Millionaire itu menyatakan bahwa Purbaya saat rapat dengan Komisi XI DPR RI tak ada basa-basi, hingga mungkin membuat orang disekitarnya tak nyaman.
“Para wamen (wakil menteri) dan pejabat eselon 1 yang mendampinginya terlihat tidak nyaman, bahkan barangkali ada yang dongkol dengan pilihan Presiden ini hehe,” tambahnya.
Cara bicara Purbaya, menurut Tantowi, merupakan gaya baru komunikasi yang ditunjukkan dari seorang pejabat.
Bahkan, Tantowi menyebut gaya bicara Purbaya tidak memperlihatkan dirinya sebagai seorang ekonom.
Baca Juga: Soroti Penyerapan Anggaran Program MBG, Menkeu Siap Gelar Evaluasi Rutin
“Dia (Purbaya) bicara bahasa pasar, tempat dia dibesarkan. Sepertinya memang pasar lah yang harus dijadikan prioritas sekarang ini, angka-angka ekonomi dan statistik bisa jadi menggembirakan tapi kondisi pasar bicara sebaliknya,” kata anggota DPR RI periode 2009-2014 itu.
Pada postingan itu, Tantowi juga membagikan keyakinannya bahwa Purbaya bisa menjadi sosok yang memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia dan meminta masyarakat untuk menantikan kinerjanya di masa depan.
“Memperhatikan ucapan dan tekadnya selama dua hari ini bisa jadi (Insya Allah) dia yang akan menyelamatkan ekonomi kita yang terus terpuruk. Kita kaya tapi miskin,” tuturnya.
Baca Juga: Acer Luncurkan Proyektor Vero Ramah Lingkungan, Ideal untuk Sekolah
Tantowi juga mengajak publik untuk memberi Purbaya kesempatan menunjukkan kinerjanya sebagai Bendahara Negara.
“Kita kasih dia kesempatan bekerja. Waktu akan membuktikan apakah Presiden memilih orang yang benar atau sebaliknya. Ini opini saya, bisa saja salah,” tandasnya.
Seperti diketahui, mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi damai di depan gedung DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa, 9 September 2025 yang meminta Purbaya mundur karena ucapannya mengenai 17+8 Tuntutan Rakya
Purbaya sempat mengatakan dirinya belum mempelajari isinya dan menyebut tuntutan tersebut hanya berasal dari sebagian kecil rakyat Indonesia. ***




