POJOKSATU.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya transparansi dalam penggunaan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya menyoroti rendahnya serapan anggaran di lapangan yang dinilai belum sesuai target.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2025), Purbaya mengungkapkan adanya perbedaan data antara laporan internal keuangan dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Baca Juga: 20 Km dari Lembur Pakuan, Kondisi Jalan di Purwadadi-Ciasem Subang Dipenuhi Debu, Diduga Berasal dari Truk Tanah

“Ada yang dikomplain tadi, MBG, penyerapannya rendah. Saya tanya teman-teman keuangan katanya bagus, ternyata enggak, jelek,” ujarnya.

Untuk meningkatkan keterbukaan informasi, Purbaya berencana menggelar jumpa pers bulanan bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

Forum tersebut akan menjadi ruang evaluasi publik terkait perkembangan penyerapan anggaran.

“Kalau penyerapannya jelek, biar Kepala BGN yang jelasin langsung ke publik, saya di sebelahnya. Jadi semua transparan,” tegas Menkeu yang baru dilantik pada 8 September 2025 itu.

Baca Juga: Curhat Wakil Ketua DPRD Jabar Tunjangan Perumahan Rp71 Juta Tak Cukup Beli Rumah, Padahal Punya 5 Aset Properti di Bandung

Tak hanya MBG, Purbaya juga berkomitmen melakukan penyisiran terhadap program pemerintah lain yang serapannya lambat.

Menkeu memastikan akan ada langkah percepatan, bahkan dengan mengirim tim khusus untuk membantu kementerian atau lembaga yang kesulitan menyusun kebijakan anggaran.

“Kalau mereka tidak bisa menyusun program kerja dengan baik, kami akan kirim orang supaya jalannya cepat. Monitoring akan dilakukan secara reguler,” tambahnya.

Baca Juga: Begini Awal Mula Aksi Protes dan Kerusuhan Nepal, 19 Tewas, PM Mundur, Menkeu Diarak, Parlemen Dibakar

Program Makan Bergizi Gratis resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025 dengan anggaran awal Rp71 triliun. Untuk mempercepat pelaksanaan, pemerintah menambahkan Rp50 triliun, sehingga total anggaran MBG mencapai Rp121 triliun.

Program ini menargetkan 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dengan dukungan sekitar 30.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Namun, realisasi hingga semester I 2025 baru mencapai Rp5 triliun, dengan jumlah penerima manfaat sekitar 5,58 juta orang, jauh dari target tahunan.

MBG merupakan salah satu janji kampanye Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas gizi anak-anak, pelajar, dan kelompok rentan.

Baca Juga: Warga Binaan Lapas Nusakambangan Hasilkan Produk Konstruksi Bernilai Eekonomi dengan FABA

Program ini diharapkan mampu menurunkan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Namun, rendahnya penyerapan anggaran di tahap awal menimbulkan pertanyaan publik terkait efektivitas dan kesiapan pelaksana program.

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov

Oleh karena itu, langkah Menkeu mengedepankan transparansi dan evaluasi rutin dianggap krusial agar MBG dapat berjalan sesuai target dan tepat sasaran. ***