POJOKSATU.ID - Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2024, NU, Muhammadiyah, dan sejumlah organisasi agama mendapatkan jatah konsesi tambang.

Nahdlatul Ulama alias NU dan Muhammadiyah yang kerap berbeda pandangan soal mazhab, ternyata bisa disatukan melalui tambang.

Organisasi agama NU ditunjuk untuk mengelola aset tambang eks Bakrie Group, PT Kaltim Prima Coal.

Baca Juga: Imbas Ledakan Hebat di Sumur Minyak Ilegal, 5 Korban Berjatuhan Hingga Tubuhnya Terbakar

Sedangkan Muhammadiyah diberi jatah mengelola aset bekas PT Adaro Energy Indonesia.

Perizinan wilayah izin pertambangan khusus untuk ormas agama tersebut, diberikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia.

Adapun, kebijakan ini dirilis saat kepemimpinan presiden Jokowi dan telah ditandatangani pada 30 Mei 2024.

Baca Juga: Awalnya Dirangkul, Kini Sejumlah Relawan Jokowi Didepak Prabowo dari Lingkaran Kabinet Merah Putih

Sementara itu, Prabowo Subianto yang kini terpilih menjadi presiden, tak mempermasalahkan hal tersebut.

Menurutnya, mereka yang telah mengabdi pada Indonesia, layak untuk mendapatkan sebagian kekayaan negara.

Hal tersebut diucapkan Prabowo saat Kongres PAN di Jakarta, pada tanggal 24 Agustus 2024 lalu.

Baca Juga: Sudah Lama Diinginkan Bunda, Xiaomi Luncurkan Mesin Cuci Pintar Mijia, Bisa Dikontrol Lewat Suara dan Smartphone

Tak hanya urusan tambang, Prabowo memberikan kepercayaan kepada NU dan Muhammadiyah untuk mengurus haji dan umrah.

Saat terpilih jadi presiden, Prabowo menunjuk tokoh NU, Irfan Yusuf dan tokoh Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak untuk mengisi posisi di Badan Penyelenggara Haji dan Umrah.

Setelah DPR mengesahkan Undang-Undang Haji 2026, Badan Penyelenggara Haji dan Umrah resmi diganti jadi lembaga kementerian.

Baca Juga: Dari Ahmad Sahroni hingga Dedi Mulyadi, Inilah 5 Pejabat Populer yang Awali Karier Jadi Supir

Secara otomatis, Irfan Yusuf dan Dahnil Anzal Simanjuntak mengisi jabatan menteri dan wakil menteri di Kementerian Haji dan Umrah.

Keduanya dilantik oleh Prabowo Subianto di Istana Negara, pada Senin sore, 8 September 2025.

Irfan Yusuf yang akrab disapa Gus Irfan ditunjuk sebagai Menteri Haji dan Umrah.

Baca Juga: Cirebon Timur Resmi Masuk Daftar Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru

Gus Irfan merupakan cucu dari Hasyim Asyari yang merupakan pendiri NU, ia juga dikenal sebagai tokoh agama dan pengasuh pondok pesantren di Jombang.

Lahir dan besar di lingkungan pesantren, membuatnya mengabdikan sebagian hidupnya untuk belajar agama.

Namun, karier pria kelahiran Jombang ini juga pernah duduk di kursi Komisaris Utama PT BPR Tebuireng, dosen, dan posisi lainnya di organisasi NU.

Baca Juga: Reka Ulang Kasus Pembunuhan Paskibra Natal Diva Febriani, Pelaku Yunus Terancam Hukuman Mati

Saat terjun ke politik, ia bergabung dengan Partai Gerindra dan terpilih jadi anggota DPR periode 2024 sampai 2029.

Namun harus mengundurkan diri karena ditunjuk Prabowo untuk mengurus masalah haji dan umrah di kementerian yang baru.

Sementara itu, Dahnil ditunjuk sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah, mendampingi Gus Irfan.

Baca Juga: CEK Daftar Nama Peserta PPG Guru Tertentu Tahun 2025 Tahap 1 yang Dinyatakan Lulus UKPPPG! Begini Caranya!

Pria kelahiran Aceh ini merupakan tokoh Muhammadiyah yang aktif dalam organisasi agama tersebut.

Ia terpilih sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah pada tahun 2014 melalui Muktamar ke-16 di Padang.

Dahnil bergabung dengan Partai Gerindra pada 2019 lalu dan pernah menjabat staf khusus Menteri Pertahanan.

Baca Juga: Ronkb Terapkan Arsitektur Transaksi Responsif Agar Tetap Gesit di Pasar Ekstrem

Gus Irfan dan Dahnil, ternyata merupakan juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 lalu.

Kini, keduanya berduet di kementerian yang baru dibentuk untuk mengurus urusan haji dan umrah.***