POJOKSATU.ID - Kabar duka menyelimuti komunitas pelajar Indonesia di luar negeri.
Muhammad Athaya Helmi Nasution, seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Hanze, Groningen, Belanda, telah meninggal dunia.
Kematiannya terjadi saat ia bertugas sebagai liaison officer (LO) dalam sebuah kunjungan kerja pejabat Indonesia.
Athaya, yang dikenal sebagai sosok berprestasi, adalah mahasiswa di kampus yang memiliki beragam program studi, mulai dari Data Science, Desain, International Business, hingga Mekatronika.
Baca Juga: Mahasiswa Indonesia Meninggal Saat Dampingi Pejabat di Austria, PPI Soroti Tanggung Jawab!
Merespons tragedi ini, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda mengeluarkan pernyataan sikap yang tegas.
Mereka menolak keras pelibatan mahasiswa dalam kegiatan kenegaraan tanpa adanya perlindungan hukum dan mekanisme kerja yang jelas.
PPI Belanda menuntut akuntabilitas, transparansi, dan pertanggungjawaban dari pihak event organizer (EO) serta koordinator LO terkait insiden ini.
Selain dikenal sebagai mahasiswa yang berdedikasi, Athaya juga merupakan sosok yang memiliki bakat di bidang olahraga. Semasa hidupnya, ia aktif dalam dunia sepak bola.
Athaya pernah menjadi anggota tim Fifa Farmel dan dikenal sebagai striker berbakat.
Ia bahkan sempat menyumbang gol penentu kemenangan bagi timnya pada tahun 2021.
Kematian Athaya menjadi pengingat penting bagi semua pihak, terutama pemerintah, untuk memastikan keselamatan dan perlindungan bagi mahasiswa yang sering kali menjadi sukarelawan dalam acara-acara kenegaraan.***
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala




