POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Muhammad Athaya Helmi Nasution (18), mahasiswa RI yang mengemban pendidikan di Belanda.

Seperti diketahui, nama Muhammad Athaya Helmi Nasution tengah ramai jadi sorotan publik di media sosial.

Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi lantaran dirinya telah meninggal dunia saat dampingi pejabat RI ke Austria.

Baca Juga: Taspen Umumkan Aturan Baru Uang Duka Wafat 2025 untuk ASN, TNI, Polri, dan Veteran

Berdasarkan informasi dihimpun, pejabat RI itu disinyalir berasal dari instansi DPR, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI).

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun Instagram Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda @ppibelanda.

Dalam unggahannya, PPI Belanda turut menyampaikan belasungkawa atas kepergian salah satu anggotanya.

Baca Juga: Mahasiswa Indonesia Meninggal Saat Dampingi Pejabat di Austria, PPI Soroti Tanggung Jawab!

“Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya salah satu anggota kami, Muhammad Athaya Helmi Nasution,” jelasnya.

“Yang merupakan anggota PPI Groningen dalam rangka mendampingi sebuah kunjungan tertutup,” lanjutnya.

“Yang melibatkan pejabat publik (DPR, OJK dan Bank Indonesia) pada 25-27 Agustus 2025 di Wina, Austria,” terangnya.

Baca Juga: Bukan Hanya Gaji dan Tunjangan ini Calon Guru PPPK Sekolah Rakyat Berdasarkan Instruksi Presiden

Berdasarkan pernyataan PPI Belanda, Athaya meninggal dunia saat bertugas mendampingi para pejabat RI.

Di mana, meninggalnya mahasiswa yang mengemban pendidikan di Belanda ini terjadi saat hari terakhir bertugas sebagai pemandu para pejabat RI.

Diketahui, Athaya berakhir meninggal dunia lantaran kekurangan memenuhi asupan tubuh yang berujung kelelahan hingga alami stroke.

Baca Juga: KSBSI dan Grib Jaya Geruduk Kantor Gubernur NTT, Tuntut Kesejahteraan Buruh

“Almarhum suspected seizure, kemungkinan besar mengalami heatstroke (sengatan panas) berkaitan dengan kurangnya cairan dan asupan nutrisi,” jelasnya.

“Serta kelelahan yang mengakibatkan electrolyte imbalances (ketidakseimbangan elektrolit) dan hypoglycemia (kadar gula darah turun di bawah kadar normal),” lanjutnya.

“Hingga berujung pada stroke, setelah dari pagi hingga malam hari beraktivitas sebagai pemandu,” imbuh PPI Belanda.

Baca Juga: Lima Fakta Penting Pembunuhan Keluarga Syahroni Indramayu, Alibi Otak Pelaku Kembalikan Mobil Corolla

Alih-alih demikian, kematian Athaya justru tidak dapat sorotan dari pihak penyelenggara acara kunjungan kerja para pejabat RI.

Sebab, setelah korban dinyatakan meninggal dunia, acara tetap terus berlanjut, bahkan pihak Even Organizer (EO) masih sibuk mempersiapkan agenda makan-makan.

“Alih-alih mengunjungi tempat penginapan saat almarhum mengembuskan napas terakhir, acara kunjungan kerja terus bergulir,” tulis PPI Belanda.

Baca Juga: Fakta Baru di Balik Viral Video PHK Gudang Garam, Ternyata Tidak Benar, Begini Penjelasannya

"Pihak EO justru terus sibuk mengurus persiapan acara makan-makan bersama pejabat publik di restoran,” terangnya.

Oleh karena itu, insiden memilukan ini sontak memicu PPI Belanda untuk mengambil sikap dan meminta pihak terkait untuk bertanggung jawab. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov