POJOKSATU.id, JAKARTA—Menjadi pertanyaan publik apa yang akan dilakukan Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru, Purbaya Yudhi Sadewa, usai dilantik Presiden Prabowo, Senin (8/9).

Dan Purbaya sudah membeberkan kebijakannya, tidak akan mengubah sistem secara drastis di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Menkeu terbaru ini hanya akan melakukan pendekatan dengan mengoptimalkan atau menggunakan sistem yang sudah ada di Kemenkeu.

Baca Juga: Pasar Keuangan Bergejolak, IHSG Anjlok Usai Pengumuman Pencopotan Sri Mulyani

“Biasanya kelemahan pemimpin baru itu begini, yang lama di-obrek-obrek, dibuat baru lagi, seolah mau bikin tonggak sejarah baru,”kata Menkeu Purbaya menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Senin (8/9/2025) sore.

“Saya tidak akan pakai pendekatan seperti itu. Pendekatan saya adalah menggunakan sistem yang ada, saya optimalkan, sehingga sistem bisa bekerja dengan lebih baik,” tegasnya lagi.

“Yang berhenti, kita jalankan. Yang sudah jalan, kita percepat. Jadi mesinnya bukan mesin baru, tapi mesin lama yang kita buat lebih baik lagi,” ujar Purbaya menambahkan.

Orang Lama di Pasar Saham

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pelemahan IHSG dan Rupiah setelah mundurnya Sri Mulyani. Ia menegaskan dirinya bukan orang baru di pasar keuangan.

Baca Juga: Tak Hanya untuk Lulusan PTK, Kemenag Pastikan Ada Beasiswa S2 dan S3 untuk Lulusan Mahad Aly

"Kalau IHSG anjlok biasa mungkin takut, tapi saya lama di pasar (saham)," katanya lagi.

Dia optimistis, pasar akan bangkit lagi dua pekan mendatang.

“Mungkin pasar belum tahu, saya ini orang pasar. Saya di pasar sudah berapa lama ya. Sejak tahun 2000, jadi lebih dari 15 tahun,” ujarnya saat diwawancarai wartawan.

“Teman Pak Anggito (Wamenkeu) dulu saya sering dimarahi beliau karena beliau atasan saya, saya sudah lama di pasar. Di sini juga timnya kuat,” kata Purbaya lagi.

Baca Juga: Pencopotan Sri Mulyani Kebijakan Tak Terduga Prabowo, Berkaitan dengan Penjarahan Akhir Agustus

Ia menilai tim di Kementerian Keuangan berisi orang-orang yang sudah berpengalaman.

“Pak Anggito lama di pasar, Pak Thomas sudah lama juga di sini. Beliau teman saya sejak tahun 2000, kami dulu mengajar bareng di UI. Pak Heru juga teman lama, ahli di Bea Cukai,” ujarnya.

Menurut Purbaya, kombinasi pengalaman tersebut memberi keyakinan bahwa kementeriannya memiliki instrumen yang cukup untuk memperbaiki sistem keuangan.

“Jadi kalau kita mau membenahi, memperbaiki, mengoptimalkan, rasanya kita punya instrumen yang cukup untuk memperbaiki bersama-sama,” ucapnya.

Meski demikian, ia mengaku masih baru di posisi ini dan belum ada keputusan besar yang diambil.

Yudhi Sadewa juga mengaku secara mendadak ditunjuk Presiden Prabowo. Purbaya saat ini menduduki Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 2020.

Purbaya mengaku, belum sempat bertemu Menkeu Sri Mulyani sebelumnya. Karena itu, setelah meninggalkan Istana Kepresidenan Jakarta, ia menjadwalkan bertemu pendahulunya sekaligus meminta wejangan.

Diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan intraday sesi kedua, Senin (8/9/2025), jelang reshuffle dan pelantikan menteri baru kabinet Prabowo Subianto.

Hingga pukul 15.43 WIB IHSG tercatat melemah 0,63 persen ke 7.818,12. Pelemahan IHSG tercatat semakin dalam bahkan mencapai lebih dari 1 persen pada pukul 15.47 WIB.***