POJOKSATU.ID - Kericuhan yang terjadi di Indonesia beberapa waktu terakhir, mendapat sorotan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Melalui Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) PBB atau OHCHR, PBB menekankan pentingnya dialog sekaligus menyerukan adanya investigasi terhadap dugaan pelanggaran HAM dalam penanganan aksi protes tersebut.
Pernyataan resmi disampaikan OHCHR lewat situs PBB pada Senin 1 September 2025 lalu.
“Kami menyerukan penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan terhadap semua dugaan pelanggaran hukum hak asasi manusia (HAM) internasional,” kata juru bicara OHCHR, Ravina Shamdasani, dikutip Selasa (3/9/2025).
Dikatakan Shamdasani, pihaknya memantau secara ketat rangkaian tindak kekerasan di Indonesia yang muncul dalam konteks protes nasional atas tunjangan parlemen, kebijakan penghematan, hingga dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Wajib Tahu, Jadwal Pakaian Dinas Berdasarkan Permenpan RB, Jangan Sampai Salah!
“Kami menekankan pentingnya dialog untuk mengatasi kekhawatiran publik,” ujarnya.
OHCHR juga mengingatkan otoritas Indonesia agar menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi.
Ditegaskan Shamdasani bahwa hak berkumpul secara damai dan kebebasan berekspresi harus tetap dilindungi, sejalan dengan norma serta standar internasional.
Baca Juga: Siswa SMKN 14 Tangerang Tewas Saat Ikut Demo Ricuh di DPR, KPAI Minta Polisi Transparan
“Semua aparat keamanan, termasuk militer ketika dikerahkan dalam kapasitas penegakan hukum, harus mematuhi prinsip-prinsip dasar tentang penggunaan kekuatan dan senjata api oleh aparat penegak hukum," imbau Shamdasani.
Dengan seruan tersebut, PBB berharap respons terhadap aksi unjuk rasa di Indonesia dapat mengedepankan pendekatan damai sekaligus memberikan jaminan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat sipil.***




