POJOKSATU.ID - Dalam sebuah video yang beredar di jagat maya, anggota DPR fraksi PKB Anna Muawanah terlihat asyik berjoged.

Sama seperti Uya Kuya, politisi PKB itu juga berjoget di gedung DPR dengan mengenakan pakaian serba kuning.

Anna Muawanah merekam sendiri momen dirinya joged dan diduga sudah diunggah di media sosial pribadinya tapi kembali dihapus.

Baca Juga: Manfaatan Kanal Digital Kemdiktistaintek Selama Penutupan ULT Hingga 2 September 2025

Namun, jejak digitalnya sudah kadung disimpan oleh netizen sehingga video anggota DPR tersebut masih menghiasi jagat maya.

Politisi PKB tersebut cukup beruntung nasibnya tak seperti Uya Kuya yang menerima kritik pedas dari masyarakat.

Bahkan, rumah Uya Kuya jadi sasaran penjarahan serta pengrusakan yang dilakukan oleh gerombolan massa tak dikenal.

Baca Juga: UMP Jatim 2025 Naik 6,5 Persen, Buruh: Masih Jauh dari Kebutuhan Hidup Layak

Selain itu, Partai Amanat Nasional telah menon-aktifkan Uya Kuya sebagai anggota DPR dari fraksi PAN.

PAN juga melakukan hal serupa pada Eko Patrio, keduanya dicopot karena dianggap telah melukai perasaan rakyat hingga terjadi rentetan unjuk rasa yang membuat kondisi negeri ini tak kondusif.

Bukan hanya Uya Kuya dan Eko Patrio dari PAN yang dinon-aktifkan, NasDem juga melakukannya kepada Nafa Urbach dan Ahmad Sahroni.

Baca Juga: Soal 43 Polisi Korban Demo, Presiden Prabowo Minta Kapolri Menaikan Pangkat Anggotanya yang Terluka

Keduanya tak berjoged di gedung DPR tapi mengeluarkan pernyataan yang dianggap menyinggung hati rakyat.

Alasan tersebut juga membuat Golkar menon-aktifkan Adies Kadir sebagai anggota DPR fraksi Partai Golkar.

Namun, hal tersebut tak dilakukan oleh PKB pada Anna Muawanah, diduga karena mantan Bupati Bojonegoro itu tak dilirik oleh publik.

Sebagai informasi, Anna mengawali karier politik dari anggota DPR sejak tahun 2004 dan kembali terpilih pada 2009 dan 2014.

Baca Juga: Optimalisasi Database PDDikti Sehingga Akses Sinkronisasi Ditutup Sementara Hingga 3 September 2025

Politisi PKB itu mengundurkan diri tahun 2018 sebagai anggota DPR karena akan mencalonkan jadi Bupati Bojonegoro.

Akhirnya, ia terpilih jadi Bupati Bojonegoro selama satu periode, pada pemilu lalu mencalonkan sebagai anggota DPR dan terpilih kembali.

Di awal mencalonkan diri sebagai anggota DPR, Anna tercatat memiliki harta sebesar Rp11 miliar.

Baca Juga: Optimalisasi Database PDDikti Sehingga Akses Sinkronisasi Ditutup Sementara Hingga 3 September 2025

Sejak menjabat sebagai wakil rakyat dan kepala daerah, hartanya terus bertambah dan kini mencapai Rp86,5 miliar.

Menariknya, saat awal mendaftarkan jadi calon Bupati Bojonegoro, kekayaannya mencapai Rp58,3 miliar.

Setelah resmi jadi Bupati Bojonegoro, cuma butuh setahun bagi Anna membuat kekayaannya meningkat jadi Rp84,8 miliar.

Baca Juga: Prabowo Jenguk Korban Demo Jakarta di RS Polri Kramat Jati, 14 Aparat 3 Warga Sipil Masih Dirawat

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, Anna seperti juragan tanah yang memiliki 50 aset properti, tersebat di sejumlah daerah.

Di antaranya Bojonegoro, Tuban, Jakarta Timur, Bekasi, Bogor, Jakarta Selatan, Makassar, Tangerang Selatan, Karawang, Lampung Selatan, hingga Australia.

Kemudian ada satu unit mobil Lexus, harta bergerak Rp875 juta, surat berharga Rp1,6 miliar, kas dan setara kas Rp159 juta, serta utang Rp2,2 miliar.

Dalam media sosial pribadinya, Anna telah meminta maaf jika ada sesuatu yang dianggap keliru.***