POJOKSATU.id, TUBABA - Pembangunan jembatan di Tiyuh Mulya Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menuai keluhan dari warga. Proyek yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2025 ini disinyalir tidak sesuai spesifikasi dan terindikasi sarat mark-up anggaran.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jembatan yang berlokasi di Suku 05 RT 21 tersebut dikerjakan melalui DD tahap pertama dengan nilai kontrak sebesar Rp104.224.000. Proyek berukuran 5 x 2,5 meter ini justru menimbulkan tanda tanya besar dari masyarakat terkait kesesuaian biaya dengan hasil pembangunan.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa. Ia menilai anggaran ratusan juta rupiah untuk jembatan sekecil itu tidak wajar. “Dengan biaya sebesar itu seharusnya hasilnya jauh lebih maksimal. Ini jelas menimbulkan dugaan adanya permainan dalam penyusunan anggaran,” ujarnya, Kamis 28 Agustus 2025.
Baca Juga: NasDem Tubaba Gelar Bimtek LAGA Perubahan, Siapkan Kader Menuju Pemilu 2029
Ia menambahkan, proyek tersebut patut mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum (APH) maupun Inspektorat Tubaba. “Kalau dilihat, ada indikasi korupsi yang mencolok. Inspektorat dan dinas terkait harus segera turun tangan, jangan sampai uang negara ratusan juta rupiah habis hanya untuk bangunan kecil yang tidak sesuai,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Kabid Pemberdayaan Aparatur Tiyuh, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh (DPMT) Tubaba, Ashari, menyampaikan bahwa persoalan teknis pembangunan bukan menjadi ranahnya. “Karena berkaitan dengan teknis, biar pihak yang memiliki keahlian yang menilai,” katanya singkat.
Sementara itu, Irban V Bidang Investigasi Inspektorat Tubaba, Muslim, memastikan pihaknya akan segera melakukan audit. “Kita tunggu dulu hasil monitoring dan evaluasi (monev) dari kecamatan. Setelah itu, pihak terkait akan dipanggil untuk klarifikasi. Jika ditemukan kejanggalan, pasti akan ditindak tegas sesuai aturan,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Tiyuh Mulya Jaya, termasuk Kepala Tiyuh Imam Mastur, belum memberikan keterangan resmi meskipun sudah dihubungi awak media. ***Angga




