POJOKSATU.ID - Bupati Pati, Sudewo, menanggapi tuntutan mundur yang disuarakan oleh sekelompok massa dengan sikap tegas.

Dalam pernyataannya, ia menolak untuk mengundurkan diri dan menekankan bahwa jabatannya diperoleh melalui proses yang sah.

Ia menegaskan bahwa dirinya dipilih oleh rakyat secara konstitusional dan demokratis.

Oleh karena itu, menurutnya, pengunduran diri tidak bisa terjadi hanya karena tuntutan massa.

Baca Juga: Innalillahi, Wartawan dan Anak-anak Meninggal Saat Demo Pati, Ini Fakta Sebenarnya

Ia menyatakan bahwa ada mekanisme tertentu yang harus diikuti dalam proses tersebut.

Selain menanggapi desakan mundur, Sudewo juga menyatakan rasa hormatnya terhadap langkah hak angket yang telah disepakati oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati.

Ia melihat demonstrasi yang terjadi sebagai sebuah pembelajaran penting bagi dirinya dan seluruh masyarakat Pati.

Baca Juga: Universitas Terbuka Buka Pendaftaran Calon Tutor Online untuk Semester Ganjil 2025/2026

Sudewo mengajak seluruh warga Pati untuk menjaga soliditas dan kekompakan, serta tidak mudah terprovokasi.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten Pati adalah milik bersama yang harus dijaga oleh seluruh warganya.

Ia berharap peristiwa ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, termasuk dirinya sendiri.

Selain itu juga mengatakan hal yang terjadi untuk memperbaiki kinerja dan menjadi lebih baik di masa depan.***

 

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov