POJOKSATU.ID – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto menegaskan pentingnya penguasaan teknologi dan pengembangan talenta nasional sebagai fondasi peralihan Indonesia menuju ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy).
Berbicara pada Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB, Prof. Brian menyebut kekayaan sumber daya alam Indonesia membuka peluang besar untuk hilirisasi dan akselerasi industrialisasi bernilai tambah tinggi.
Transformasi ini dinilainya menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing nasional sekaligus membangun ekonomi mandiri dan berkelanjutan.
Baca Juga: Kata Paman Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang Diduga Tewas Dianiaya Senior: Baik Anaknya
"KSTI 2025 merupakan ruang strategis untuk mempertemukan kekuatan ilmu pengetahuan riset inovasi, daya cipta industri, dan ketegasan arah kebijakan negara. Hal ini adalah wujud tekad kita bersama, menjadikan sains dan teknologi sebagai salah satu senjata perjuangan bangsa," ujarnya.
Konvensi yang berlangsung hingga 9 Agustus 2025 ini menargetkan lahirnya roadmap riset nasional sebagai panduan pengembangan delapan sektor strategis: energi; pertahanan; transformasi digital (termasuk AI dan semikonduktor); hilirisasi dan industrialisasi; kesehatan; ketahanan pangan; maritim; serta material dan manufaktur maju.
Baca Juga: 18 Agustus 2025 Cuti Bersama HUT ke-80 RI, Karyawan Swasta Libur?
Hadir pula dua tokoh sains dunia, Prof. Brian Schmidt, peraih Nobel Fisika, dan Prof. Chennupati Jagadish, pakar semikonduktor sekaligus Presiden Australian Academy of Science, yang berbagi pengalaman riset kelas dunia dan pentingnya kolaborasi lintas negara.
Selain forum diskusi panel, KSTI 2025 juga menghadirkan pameran inovasi teknologi, forum kebijakan riset industri, dan pertemuan lintas sektor sebagai upaya percepatan diseminasi teknologi ke dunia usaha.
"Melalui KSTI, Kemendiktisaintek berharap kolaborasi pendidikan tinggi, riset, dan industri semakin kuat untuk melahirkan SDM unggul dan menjadikan Indonesia mandiri serta kompetitif di kancah global," ungkapnya.
Baca Juga: Butuh Token Murah & Gas 3 Kg? Cek Apakah KTP Kamu Dapat Subsidi Bulan Agustus 2025
KSTI 2025 ditargetkan menghasilkan roadmap riset nasional yang akan menjadi panduan dalam pengembangan delapan sektor strategis.
Roadmap ini mencakup bidang energi; pertahanan; transformasi digital (termasuk kecerdasan buatan dan semikonduktor); hilirisasi dan industrialisasi; kesehatan; ketahanan pangan; sektor maritim; serta pengembangan material dan manufaktur maju.
Pemilihan kedelapan sektor industri unggulan tersebut didasari oleh urgensi mempercepat transformasi ekonomi nasional menuju sistem yang berbasis ilmu pengetahuan, berkualitas tinggi, dan kompetitif secara global.
Upaya ini tidak hanya difokuskan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri global.
"Seluruh langkah ini berjalan selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang menitikberatkan pada kedaulatan ekonomi, pembangunan berkelanjutan, dan dorongan terhadap inovasi teknologi," jelasnya.
Sebagai informasi, kegiatan KSTI 2025 dihadiri oleh sebanyak 1.066 peneliti unggulan di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) dari berbagai penjuru Indonesia.
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov
Selain itu, turut hadir 401 rektor dan wakil rektor dari PTN, PTS, serta perwakilan LLDikti se-Indonesia, 351 dosen STEM dari wilayah Jawa Barat dan Jakarta, 26 ilmuwan diaspora, 150 guru besar dan anggota Senat ITB, 297 perwakilan dari 18 kementerian dan lembaga, 15 BUMN dan Danantara, 171 mahasiswa doktor STEM dan 74 mahasiswa lainnya, serta 54 mitra industri yang bergerak di bidang riset dan pendidikan tinggi. ***



