POJOKSATU.id, CIREBON—Kematian tragis Diva Febriani (15) anggota Paskibra Kecamatan Natal, Mandailing Natal (Madina) yang dibunuh dan diperkosa tetangganya Yunus Saputra (22) menyita perhatian publik.
Teman sejawat korban di Paskibra Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon Jabar turut berduka dan memanjatkan doa dengan mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang, Rabu (6/8).
Meski jarak 1.765 km lebih memisahkan dua daerah ini, aksi solidaritas bagi Diva Febriani dimulai dengan long march anggota Paskibra dan PPI Pangenan dari Jalan Pantura Pangenan menuju kantor kecamatan.
Baca Juga: Kuasa Hukum Diva Febriani Anggota Paskibra Natal Beberkan Lima Fakta Yunus Pembunuhan Berencana
Suasana haru menyelimuti puluhan anggota Paskibra dan PPI yang berdiri membentuk lingkaran di kantor kecamatan. Beberapa menunduk khidmat, beberapa lainnya menangis tak kuasa menahan pilu.
Setibanya di lokasi, mereka berdiri membentuk lingkaran menghadap tiang bendera. Lagu Indonesia Raya diputar pelan, mengiringi proses menaikkan bendera setengah tiang sebagai simbol duka mendalam dan bentuk perlawanan atas kekerasan terhadap perempuan.
Mereka mengenakan seragam lengkap, membawa spanduk besar bertuliskan "Aksi Berkabung dan Doa Bersama Atas Wafatnya Diva Febriani Desa Teluk, Kecamatan Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara."
“Hari ini kami semua dari keluarga besar PPI di Kecamatan Pangenan menundukkan kepala. Kami berkabung untuk saudari kami Diva Febriani, yang gugur karena tindak kejahatan yang sangat tidak berperikemanusiaan,” ujar Pembina Purna Paskibraka Indonesia Kecamatan Pangenan, Qorib Magelung Sakti.
Paskibraka mendesak agar keadilan ditegakkan dengan tegas dan tanpa kompromi kepada tersangka. Mereka menuntut tersangka dihukum mati.
“Kami mendesak kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, kepada aparat penegak hukum, agar pelaku dihukum seberat-beratnya, dihukum mati tanpa ampun,” tegasnya.
Qorib mengatakan, gugurnya Diva adalah luka bagi seluruh keluarga besar Paskibraka, terlebih peristiwa itu terjadi saat para anggota Paskibraka sedang menjalani masa-masa intensif persiapan pengibaran bendera pada Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus 2025 nanti.
“Diva gugur saat tengah mempersiapkan hajat besar bangsa ini," katanya sambil meneteskan air mata.
Sebagai bentuk solidaritas nasional, Qorib Magelung Sakti menyerukan ke Paskibraka di Indonesia untuk mengibarkan bendera setengah tiang di titik latihan, sekolah, dan kantor sebagai simbol duka bersama.***




